Komisi II: Perencanaan Pembuatan Saluran Air Harus Lebih Matang

(Ilustrasi) Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

SEKRETARIS Komisi II DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata, meminta pemerintah daerah bertanggung jawab atas bencana banjir yang melanda warga Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, yang hampir 2 pekan ini.
“Saya menyayangkan ada kejadian banjir di Ciketing. Artinya sebagai anggota dewan saya merasa prihatin. Ini harus ada evaluasi dalam perencanaan dan pembuatan saluran di wilayah setempat,” kata Ariyanto, Kamis (23/11/2017) kepada GoBekasi.co.id.
Informasi yang ia dapatkan, banjir yang terjadi di Kota Bekasi belakangan adalah merupakan ekses daripada dampak pembangunan saluran air yang kemudian di musim penghujan air itu tidak dapat mengalir.
“Seharusnya perencanaan dilakukan komperhensif, mulai daru hulu sampai hilir. Jangan malah masa kerja kegiatan itu terhenti-henti dimana seharusnya selesai seminggu tapi malah berbulan-bulan, bukan saja di Ciketing, tapi juga di daerah lain,” tandas dia.
Diketahui, banjir di wilayah Ciketing Udik berada di wilayah RT 001/03, 002/03, 004/01. Dari data Dinas Sosial, warga yang mengungsi sebanyak 442 jiwa dari 142 Kepala Keluarga.
Pemerintah Kota Bekasi sendiri sudah membangun dapur umum bagi para pengungsi. Juga beberapa bantuan lain seperi konsumsi makanan. (kub/gob)


loading...

Feeds