Air Banjir di Ciketing Udik Menghitam

Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

SEPEKAN sudah banjir melanda warga di pemukiman Perumahan Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Ciketingudik, Kota Bekasi. Bukannya surut. Air di komplek itu justru berubah warna. Dari semula berwarna cokelat kini menghitam pekat.

Ancaman penyakit saat banjir seperti saat ini, seperti leptospirosis, sangat berpotensi menyerang warga terdampak. Tapi pihak Dinas Kesehatan menyatakan pemberian disinpektan atau lisol akan diberikan saat banjir sudah mulai surut.

“Belum ada (Leptospirosis), kan banjirnya masih berlangsung, nanti kalau sudah surut baru diberikan desinfektan atau lisol untuk membersihkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto kepada Radar Bekasi (Grup Pojoksatu.id), Selasa (21/11/2017).

Namun demikian, kata Kusnanto, pihaknya mempersiapkan sejumlah langkah untuk mencegah adanya masyarakat yang terjangkit penyakit leptospirosis dengan membangun posko kesehatan.

Sejauh ini, sambung dia, belum ada imbauan yang diberikan pihaknya kepada masyarakat korban banjir di Kelurahan Ciketingudik. Dengan alasan warga masih mengungsi.

“Warganya kan sedang mengungsi, nanti kalau sudah selesai baru kita informasikan dan kita anjurkan,” ucapnya.

Namun, dirinya memastikan bahwa sejauh ini belum ada masyarakat yang terjangkit penyakit leptospirosis.

“Alhamdulilah selama penanganan banjir belum ada dan semoga saja tidak ada,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan, pihaknya berencana untuk melakukan uji laboratorium air banjir yang menggenangi perumahan warga.

Sehingga, dapat diketahui kandungan apa saja yang ada pada air tersebut. Karena, air sudah berubah warna menjadi hitam pekat.

“Kita masih belum tahu dampak dari warna hitam pekat itu karena belum diketahui kandungan apa saja yang ada di air tersebut. Perlu dilakukan uji lab, kita berencana untuk melakukannya,” tambah Lutfi.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 66 warga Kompleks Perumahan P dan K (Mendikbud) yang menjadi korban banjir di Kelurahan Ciketingudik mulai terserang penyakit. Ada enam jenis penyakit yang menyerang masyarakat. Diantaranya ialah, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), kulit, hipertensi, gastritis, diare dan obs. ferbis.

Dari laporan posko bidang kesehatan korban banjir di Kompleks Pendidikan dan Kebudayaan, Kelurahan Ciketingudik, penyakit yang paling banyak dialami masyarakat, ISPA dengan 21 laporan. Selanjutnya, penyakit kulit dengan 19 laporan serta hipertensi 14 laporan. Kemudian, enam laporan penyakit Gastritis, empat laporan penyakit diare dan yang terakhir, dua laporan penyakit Obs. Ferbis.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …