Ciketing Udik Banjir, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Warga Ciketinguding mencoba menerobos banjir, Minggu (19/11/2017). (Foto:Radar Bekasi)

Warga Ciketinguding mencoba menerobos banjir, Minggu (19/11/2017). (Foto:Radar Bekasi)

RATUSAN kepala keluarga (KK) di 4 RT dari dua RW di Kelurahan Ciketingudik, terdampak banjir sejak sepekan lalu hingga 100 sentimeter. Tak jauh dari kediaman warga, terdapat penggalian gorong-gorong saluran air.

Lurah Cikeuting Udik, Natawirya, memaparkan, warga yang terkena banjir, warga di RT 004 RW 01 Komplek Pendidikan dan Kebudayaan dan warga di RT 01. 02, dan 03 di RW 003.

Menurut Nata, sedikitnya ada 531 jiwa warga dari 146 KK yang terdampak banjir tersebut.
“Banjirnya sudah satu minggu belum surut. Sempat surut, namun hujan lagi jadi tinggi lagi,” ujarnya.

Banjir kali ini, kata dia, tidak seperti banjir biasanya yang cepat surut. Selain itu, tingginya banjir kali ini juga berbeda dengan banjir yang biasa merendam warga selama ini.

“Memang kali ini yang paling parah. Sampai 103 senti meter,” katanya.

Ia menjelaskan, penyebab banjir diduga karena adanya proyek penggalian gorong – gorong saluran pembuangan air.

Awalnya, sambung dia, di kelurahan itu terdapat saluran pembuangan air dengan diameter 60 cm. Karena komplek perumahan itu kerap dilanda banjir, pihaknya mengusulkan untuk menambah saluran baru dengan diameter sebesar 80 cm.

Dalam prosesnya, kata dia, proyek pembangunan tersebut sempat membendung saluran pembuangan air di bagian hilir.

“Lama – kelamaan perumahan banjir tinggi, akhirnya warga meminta bendungan itu dibuka biar airnya keluar,” katanya.

Tetapi, selama satu minggu kebelakang ternyata air yang ada di lokasi tersebut tidak kunjung surut. Bahkan, pada proses penggalian di belakang Kantor Kelurahan Ciketingudik pun sempat terjadi longsor.

“Langsung kita tangani longsoran itu oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan warga yang memiliki alat berat,” ujarnya.

Bagi warga yang terdampak, diimbau untuk mengungsi ke sejumlah tempat yang telah disediakan. Diantaranya, di Pendopo Kelurahan Ciketingudik, juga di Gudang Kemendikbud di Jalan Pangkalan Lima, Kelurahan Cikeutingudik. Masih ada sejumlah warga yang memilih untuk bertahan di rumah dan mengungsi ke rumah kerabat.

Satgas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nugroho, mengatakan, sudah ada warga dari RT 01 RW 001 Kelurahan Cikeutingudik yang mengungsi di Gudang Kemendikbud.

“Sampai Minggu (19/11/2017) siang, ada 14 KK yang terdiri atas 49 orang dewasa dan tujuh anak-anak,” ujarnya.

Bantuan dari berbagai pihak juga telah disalurkan kepada para pengungsi dan korban banjir lainnya.

Bantuan terdiri atas logistik dan Baby Kit dari BPBD Kota Bekasi dan LPM, obat-obatan dan tenaga medis dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Pemadam Kebakaran (PMK) serta selimut dari pihak kelurahan.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …