Begini Kronologis Penggeroyokan yang Tewaskan Suporter Persija di Cikarang

Empat penggeroyok yang tewaskan suporter The Jak dihadirkan Mapolsek Cikarang, Selasa (13/11/2017). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

Empat penggeroyok yang tewaskan suporter The Jak dihadirkan Mapolsek Cikarang, Selasa (13/11/2017). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

BENTROK antar suporter kembali memakan korban. Rys (20) asal Karangsentosa tewas akibat pukulan kayu balok ke kepala dan lehernya oleh sekelompok anggota suporter lain, Senin (13/11/2017) dini hari di Jalan Raya Pilar, Desa Sukamantri, Karangbahagia. Sementara korban lainnya M terselamatkan dan tengah dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan tertulis, Polres Metro Bekasi, kronologis peristiwa tersebut bermula pada Minggu (12/11/2017), ketika korlap Pelaukan, RL (DPO) dan korlap Tanggul, AR (DPO), menyuruh anggota kelompok kumpul di tanggul Kampung Pelaukan untuk mencegat suporter The Jak.

“Setelah itu kelompok penyerang berjalan menuju tugu perbatasan Desa Karangasih dengan Desa Sukaraya namun kelompok itu dibubarkan warga dan kepolisian setempat dan pindah ke Gang Kawi,” jelas keterangan tersebut.

Kemudian tersangka RL (DPO) dan BDG (DPO) menyamar sebagai kelompok The Jak dengan menggunakan sepeda motor menuju Pilar untuk memantau rombongan The Jak.

“Setelah dapat target yang menggunakan sepeda motor diikuti tersangka RL dan BDG dan saat melintas di TKP, tersangka BDG teriak, ‘Ni, ni The Jak!’ sehingga kelompok penyerang yang sudah menunggu langsung menghadang,” tambahnya.

Tersangka MB membacok korban yang melintas di jalan sehingga terjatuh kemudian para tersangka lain melakukan penggeroyokan hingga korban tidak berdaya dengan koordinasi terkapar di jalan dengan berlumuran darah lalu para tersangka membubarkan diri.

“Tidak lama kemudian datang pihak kepolisian yang melakukan pengawalan kelompok The Jak melihat korban bergeletakan di jalanan langsung membawa ke rumah sakit,” jelasnya. (gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …