Warga Bekasi Selatan Pertanyakan Regulasi Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

ilustrasi

ilustrasi

WARGA Bekasi Selatan mempertanyakan regulasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Terutama terkait standar safety dari mega proyek itu.

Mega proyek itu direncanakan akan membentang sejauh 142,3 Kilometer. Sejumlah wilayah di Kota Bekasi pun akan menjadi lahan pembangunan proyek tersebut.

Ketua RW 11, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, A Syafrudin mengaku sudah mempertanyakan hal ini kepada sejumlah instansi Pemerintah Kota Bekasi.

Hanya saja, kata dia, tidak kunjung mendapatkan jawaban. Soalnya ia kahwatir dengan pembangunan itu mengingat wilayahnya adalah termasuk titik yang akan dilintasi.

“RW 11 sendiri merupakan area wilayah yang cukup panjang yang akan dilintasi KCJB. Kami pun ingin menanyakan soal kajian yang mengacu tentang standar safety khususnya untuk zona jarak aman antara perlintasan dan area pemukiman warga,” kata dia, Senin (13/11/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Menurutnya, standar safety untuk kereta dengan kecepatan hingga 350 kilometer perjam didaerah pemukiman koridor lintasan, harus lebih diperhitungkan jarak amannya.

Selain itu, dalam teknik atau operasi kereta cepat, segala sesuatu yang dilakukan harus mengacu pada acuan yang disebut Standard Code yang menyangkut standar safety.

“Seperti contohnya dalam bidang penerbangan, ada standard yang dikuarkan oleh ICAO dari lapangan penerbangan, runway, taxi way, appron sampai ke pengisian bahan bakar minyak (BBM). Dalam dunia perminyakan pun, ada sebuah standar safety yang dinamakan API dan beberapa standard safety code lainnya baik untuk gas maupun minyak,” jelasnya.

Lebih lanjut Syafrudin mengatakan, meski sebelumnya pihak-pihak terkait sudah melakukan sosialisasi terhadap pembangunan KCJB kepada masyarakat khususnya warga RW 11.

Namun, terkait regulasi standar safety yang dipertanyakan warga tidak pernah mendapatkan jawaban bahkan tanggapan apapun.

“Sebelumnya memang sudah dilakukan sosialisasi. Tetapi pertanyaan-pertanyaan warga menyangkut safety distance selama ini nyaris tidak terjawab,” akunya.

Menurutnya, penting bagi warga untuk dapat mengetahui kajian tentang standar safety guna menjadi sebuah jaminan bahwa hadirnya KCJB tidak memberikan dampak negatif terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami hanya mengingat beberapa kecelakaan kereta cepat yang telah terjadi di beberapa negara. Maka dengan ini kami mohon difasilitasi untuk mengadakan diskusi bersama pihak kompeten seperti Investor atau Departemen Perhubungan untuk membahas terkait standar safety KCJB ini,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …