Komitmen Pemkab Bekasi Terhadap Pertanian Dipertanyakan

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terhadap keberadaan pertanian di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, hingga saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang lahan pertanian berkelanjutan, belum juga diajukan ke legislatif oleh pihak eksekutif.

Kendati lebih dikenal sebagai kawasan industri, perhatian terhadap sektor pertanian seharusnya tidak diabaikan. Soalnya, dalam visi dan misi Kabupaten Bekasi, masih mencantumkan pertanian.

“Kabupaten Bekasi itu (selain industri) terdiri dari sawah dan perkebunan, maka komitmen ke depan, alam yang sudah ada ini mau dipertahankan atau bergeser. Komitmen pemerintah terhadap lahan pertanian di Bekasi ini sebenarnya seperti apa?,” tanya Sekertaris Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Edi Kurtubi.

Menurut Edi, Pemkab Bekasi harus memiliki komitmen terhadap pertanian dengan pengajuan lahan abadi. Sebenarnya Pemkab telah mengajukan anggaran untuk pembahasan Raperda itu tahun ini, namun tidak ditindaklanjuti. Hingga jelang akhir tahun, Pemkab Bekasi tak kunjung menyerahkan Naskah Akademik (NA) Raperda lahan berkelanjutan, sehingga tidak dicantumkan dalam program legislasi daerah 2017.

Lanjut Edi, DPRD sudah menanyakan jumlah lahan pertanian yang bakal dimasukkan sebagai lahan abadi serta lahan konkret Pemkab Bekasi untuk menjaga keutuhan lahan. Berdasarkan data yang diterima, dari 52.000 hektare lahan pertanian yang ada, hanya sekitar 15.000 hektare yang tersisa, termasuk wilayah pertanian dengan irigasi yang mencukupi. Namun dari 15.000 hektare itu, 20 persen diantaranya tidak lagi dimiliki petani.

“Saya tidak bilang itu lahan sudah dimiliki pengembang, tapi memang harus segera dikunci. Tinggal mau dihitung berapa lahan yang mau disisakan untuk pertanian. Saya kasih masukan mau dikunci di luasan berapa hektare, wilayah mana saja, kemudian untuk jangka berapa lama, apakah untuk 5 lima tahun atau bagaimana lahan itu ditetapkan jadi lahan abadi. Kemudian bisa memenuhi berapa penduduk lahan tersebut,” ucap Edi. (dho/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …