Pelecehan Seksual Kian Marak, KPAID Usul Begini

Ilustrasi pelecehan seksual Pojoksatu

Ilustrasi pelecehan seksual Pojoksatu

MASIH kerap terjadinya aksi kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, menjadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Sehingga perlu pengawasan yang intens dari seluruh steakholder dan para orang tua.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Dede Iswadi mengakui, selama Tahun 2017, dirinya tidak mengetahui jumlah pasti berapa banyak kasus yang sudah terjadi. Menurutnya, kekerasan seksual atau yang lebih dikenal pencabulan perlu jadi perhatian khusus.

“Anak itu adalah generasi penerus bangsa, dan nantinya menjadi pemimpin negara. Oleh sebab itu, perlu kerjasama steakholder dan peran orang tua untuk melindungi anak-anak dari pihak yang mencoba merusak secara psikologis,” ujar Dede.

Menurutnya, semua manusia yang lahir tentunya butuh kasih sayang dan perhatian demi masa depan yang cemerlang.

”Sebab, kalau anak sudah teraumatik terhadap kekerasan seksual atau fisik, hal itu secara tidak langsung mengganggu kejiwaan dan perlu adanya konseling untuk membangkitkan semangatnya,” terang Dede.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Bekasi, Nana Rohana menambahkan, Tahun 2017 pihaknya menerima laporan sebanyak 30 kasus kekerasan terhadap anak dan 13 kasus pencabulan.

Ia menambahkan, dari jumlah tersebut perlu mendapat perhatian untuk mencegah kekerasan sedini mungkin. Lanjut dia, untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak, pihaknya akan melakukan secara gambling melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah. Supaya anak-anak mendapat pengetahuan untuk menjaga diri.

“Kegiatan tersebut dalam rangka untuk para remaja dalam proses pendidikan. Dengan harapan bisa memotivasi dan mengingatkan tentang kekerasan pada anak, baik fisik, pisikilogis dan seksual, termasuk berhati-hati dalam bergaul,” imbuh Nana.

Nana menuturkan, untuk mengetahui tentang kekerasan di sekolah, lingkungan dan di masyarakat, KPAID selalu melakukan pengawasan.

“Dalam kasus anak, kami punya rasa tanggung jawab dan sudah menjadi kewajiban, sehingga anak-anak sebagai generasi muda harus terlindungi dari aksi kejahatan,” tegasnya. (and/pj/gob)



loading...

Feeds