Sampah Menumpuk di Kali Cikarang, Timbulkan Bau Tak Sedap

Kondisi Kali Cikarang wilayah Sukatani. (Foto: Karsim/Radar Bekasi)

Kondisi Kali Cikarang wilayah Sukatani. (Foto: Karsim/Radar Bekasi)

SAMPAH saat ini masih menjadi permasalahan yang belum diselesaikan dengan baik di wilayah Kabupaten Bekasi. Buktinya, disetiap kecamatan selalu terdapat tumpukan sampah liar. Hal ini disebabkan, selain minimnya kesadaran warga juga tidak adanya ketegasan dari pemerintah setempat.

Seperti yang terlihat di Sungai Cikarang Kecamatan Sukatani. Sampah menumpuk dikali hingga menimbulkan aroma tidak sedap. Ironisnya, meskipun sudah berlangsung lama tapi sampai saat ini belum ada upaya serius dari pemerintah.

Staf Pemerintahan Desa Sukarukun, Ramdani sangat menyesalkan sekali lambatnya penanganan masalah sampah ini. Dia berharap Camat Sukatani bisa mengintruksikan kepada seluruh desa untuk turun langsung menyelesaikan sampah yag menumpuk di sungai cikarang.

“Sampah ini membuat warga resah, karena mengeluarkan bau yang enggak sedap. Saya meminta Camat Sukatani mau menggerakan Jumaat bersih untuk seluruh Desa, agar semua Desa mau tanggung jawab masalah sampah ini. Bisa juga setiap jembatan ditaruhkan CCTV agar warga yang membuang sampah bisa ketahuan,” ucapnya, Rabu (8/11/2017).

Penasehat Kepala Desa Sukamulya, Nahrum menambahkan, permasalahan sampah ini bukan hanya dari faktor jembatan yang terlalu rendah saja, tapi prilaku warga setempat.

”Lebar Sungai Cikarang awalnya 43 meter, tapi sekarang lebarnya hanya 20 meter.Semua ini karena banyak rumah di pinggir sungai cikarang yang membuat sungai mejadi menyempit. Dulu tidak ada sampah yang menyangkut seperti sekarang, banjir saja enggak pernah, tapi sekarang hujan sekali saja air langsung meluap,” tuturnya.

Kata dia, setiap minggu pihak desa rutin mengadakan Jumat Bersih (Jumsih). Tapi sayangnya, warga yang rumahnya di pinggir Sungai Cikarang tidak ada yang mau membantu pihak desa membersihkan sampah. Yang lebih miris menurutnya, warga yang membung sampah meminta pihak kelurahan untuk membersihkan.

“Saran saya lebih baik rumah warga yang di pinggir sungai Cikarang di bongkar saja, karena warga sudah enggak ada sopannya sama aparatur desa. Masa aparatur desa sedang membersihkan sampah, warga malahan nunjuk-nunjuk sampah suruh aparatur desa yang membersihkan, bukannya membantu membersihkan,” ungkapnya.

Camat Sukatani, bennei Y Iskandar berharap dengan dana desa yang cukup besar, pemerintah desa bisa menyelesaikan masalah sampah. Menurutnya, persoalan seperti ini jangan seluruhnya dilimpahkan ke kecamatan.

“Sekarangkan dana desa cukup besar, tolonglah sisikan sedikit untuk mengatasi permasalahan sampah ini. Saya juga sudah sering mengajukan masalah sampah ini, tapi belum ada penanganan sampai sekarang, hayu kita jalan bersama jangan saling mengandalkan. Belum lama ini juga ada kunjungan dari Kementrian Pengairan, rencananya awal tahun 2018 akanada Normalisasi sungai cikarang, sekalian mau membangun jembatan yang lebih tinggi,” tutupnya.

(pra/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …
Pembangunan tribun lapangan multiguna, Bekasi Timur, Jumat (24/11/2017). (Foto M Yakub)

Stadion Mini Multiguna Mulai Digarap

PEMERINTAH Kota Bekasi kembali memulai bangun kursi penonton di Stadion Mini Multiguna, Bekasi Timur. Pantauan GoBekasi, yang terbangun hanya baru …