Pembangunan Permukiman Gerus Areal Persawahan di Karangbahagia

MENANAM PADI: Seorang petani sedang menanam bibit padi di salah satu petak lahan sawah di Kabupaten Bekasi. Pesat perkembangan sektor industri di Kabupaten Bekasi membuat banyak lahan persawahan terdesak dan menghilang. CF6/RADAR BEKASI

MENANAM PADI: Seorang petani sedang menanam bibit padi di salah satu petak lahan sawah di Kabupaten Bekasi. Pesat perkembangan sektor industri di Kabupaten Bekasi membuat banyak lahan persawahan terdesak dan menghilang. CF6/RADAR BEKASI

KEBERADAAN lahan pertanian di wilayah Desa Karang Setia Kecamatan karang Bahagia, saat ini semakin menyempit. Hal ini disebabkan, alih fungsi lahan pertanian menjadi area pemukiman warga.

Kepala Urusan umum Desa Karang Setia, Mada Sudarma mengatakan, dari sekitar 800 hektare lahan pertanian yang ada, saat ini hanya tersisa 300 hektare. Dia mengaku khawatir, jika nantinya lahan pertanian akan habis.

“Yang bikin saya dan pihak desa lainnya kecewa, sebagian besar pembangunan perumahaan tanpa seijin pihak desa lagi, tahu-tahu sudah mulai pengerjaan saja. Sekarang saja sudah banyak sekali lahan pertanian yang berubah menjadi perumahan,” ucapnya saat ditemui.

Dia mengaku, pihak desa tidak pernah mengetahui adanya pembangunan perumahan di wilayahnya, terlebih saat proses jual beli lahan pertanian.

”Penjualan atau pembuatan perumahan saja pihak desa enggak tahu, bagaimana mau mempertahankan lahan pertanian,” ungkapnya.

Kata dia, pertanian yang sekarang tersisa di wilayah Desa Karangsetia jangan sampai beralih fungsi, karena bisa membuat warga kesulitan mendapatkan beras. Pasalnya sudah tidak ada lagi lahan pertanian untuk menanam padi.

“Kabupaten Bekasi termasuk lumbung padi terbesar, kalau terus seperti ini bisa-bisa julukan lumbung padi akan hilang, karena semakin menyempit saja lahan pertanian di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah Daerah harus ikut turun tangan, agar petani tidak menjual lahan persawahannya. Selain itu para petani juga harus berfikir panjang saat mau menjual lahan pertaniannya.

“Seenggaknya Pemerintah harus membataskan pembangunan setiap desanya, agar lahan pertanian tetap terjaga. Saya juga berharap pemilik lahan pertanian jangan mudah tertarik dengan tawaran harga yang tinggi, harus melihat kedepannya seperti apa setelah lahan pertanian habis. Keberadaan perumahan yang jelas tidak menguntungkan petani,”tandasnya.

(pra/pj/gob)



loading...

Feeds