Pemerhati Sepak Bola Sayangkan Insiden Perusakan Bangku Stadion Wibawa Mukti

Petugas merapikan bangku Stadion Wibawa Mukti, Rabu (8/11/2017). (Foto: Ist)

Petugas merapikan bangku Stadion Wibawa Mukti, Rabu (8/11/2017). (Foto: Ist)

AKSI pelemparan bangku Stadion Wibawa Mukti oleh oknum suporter pada final Liga 1, Selasa (7/11/2017), menimbulkan berbagai tanggapan.

Kurang-lebih sekitar 5.000 bangku rusak, diduga kemarahan suporter dipicu kekalahan Persib atas Persipura, sehingga gelar juara Liga 1 jatuh ke tim berjuluk mutiara hitam tersebut.

Salah satu pemerhati sepak bola Kabupaten Bekasi, Jaut Sarjawa Winata, mengatakan, aset pemerintah daerah yang rusak tersebut harus segera diperbaiki.

“Ketika ada MoU dengan si pengguna stadion, salah satunya da dana untuk perbaikan, ketika ada kerusakan, ditangung pemda atau si pengguna stadion,” ucapnya saat dihubungi gobekasi.pojoksatu.id, Kamis (9/11/2017).

Lanjut Jaut, ketika sudah terjadi tindakan pengrusakan oleh suporter apalagi menjurus ke tindakan kriminal, seharusnya jangan gampang diselesaikan secara komunikasi. Agar ada efek jera terhadap suporter dan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, maka, menurutnya, perlu diselesaikan secara hukum.

“Pengrusakan ini kita jaikan pelajar. Dibenahi. Jangan sampai masyarakat Kabupaten Bekasi yang dirugikan. Aset pemerintah daerah itu kan aset orang Bekasi,” kata kepala Desa Tambun ini.

Jaut menambahkan, Dinas Pariwisata dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Bekasi harus bertanggung jawab atas pembenahan kembali fasilitas stadion yang rusak karena dalam waktu dekat Stadion Wibawa Mukti akan kembali digunakan untuk Grup Y Liga 2.

“Jangan sampai besok dipergunakan belum stabil. Ini (pengrusakan) hal biasa, di turnamen itu memang ada kericuhan kerusakan. Ini pelajaran buat Pemda agar jelas MoU-nya. Kerusakan jadi tangung jawab siapa,” katanya.

“Jangan sampai dibenerin asal-asalan, digunakan beberapa hari gampang rusak yang tadinya kokoh. Sepak bola harus berisiko, Cuma kita minta Mou yang jelas antara Pemda dengan si pengguna lapangan,” sambungnya.

Ia berharap siapapun sah-sah saja menyewa Stadion Wibawa Mukti daripada tidak digunakan sama sekali. Pegelaran pertandingan kompetisi sepak bola menurutnya baik bagi masyarakat Bekasi untuk hiburan.

“Pengurus Persikasi juga dapat melihat bagaimana. Persipkasi ikut final di sana kan lebih bangga lagi. Agar merek berpikir ke arah sana,” tutup Jaut. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …