Minhati Madrais, Warga Babelan Istri Pentolan ISIS Maute di Filipina

KELUARGA Minhati Madrais di Kampung Buni, Babelan, Kabupaten Bekasi, memilih menutup diri sejak pemerintah Filipina merilis istri Omar Khayam Maute alias Omar Maute, Minhati Madrais ditangkap, Minggu (5/11/2017).

Saat wartawan datang ke kediaman keluarga KH Madrais, hanya para tetangga sekitar yang berkomentar. Mereka berharap Minhati dan anaknya dipulangkan ke Indonesia dan dijemput pihak pemerintah Indonesia.

Salah satu sepupu Minhati Abun mengatakan kedua orang tua Minhati, yakni KH Madrais dan ustadzah Nur Hilal lebih menutup diri serta bepergian semenjak adanya pemberitaan menantu mereka, Omar Khayam Maute merupakan pemimpin teroris di Kota Marawi Filipina.

Sambung wanita berhijab ini, menurut informasi yang diterimanya Minhati terpaksa mengikuti suaminya (Omar).

“Suaminya itu galak, mungkin karena memikirkan enam anaknya yang terdiri dari empat wanita dan dua lelaki. Sehingga nurut sama suaminya,”singkatnya Abun. Dan langsung memberhentikan perbincangan saat ditemui di depan kediaman orang tua Minhati di Rt12/07, kemarin.

“Bagaimana pun dia orang baik. Dia korban dari suaminya sendiri, Omar Maute,” ungkap Taufik, tetangga yang juga guru di SDN 03 Buni Bakti, kemarin.

“Kebetulan dulu saat sekolah disini (SDN 03) alm orang tua saya yang ngajar Minhati. Dan beberapa kali saya bertemu Minhati sosok yang baik. Dan ia hanyalah korban Omar,” tambahnya.

“Saya kenal Minhati, dulu dia (Minhati) sekolah disini (SDN 03 Buni Bhakti),” ungkap Aswatun, guru lain di SDN 03 Buni Bakti yang juga mengenal sosok Minhati.

Menurut wanita paruh baya ini, Minhati sosok yang ramah dan baik hati. Tidak mungkin dia jadi teroris.

“Meskipun jarang bertemu dengan Minhati, namun sosoknya merupakan yang sangat baik dan tutur katanya juga ramah,” kata Aswatun.

Ia menjelaskan, sosok Minhati di Kampung Buni memang tidak terlalu banyak yang mengenal. Namun demikian lebih mengenal sosok dia (Minhati) di media, karena sebagai istri Omar Maute.

“Kalau bukan saudara dan asli orang Buni asli kemungkinan tidak ada yang kenal Minhati. Karena Minhati sejak lulus SD sudah dipesantrenkan di Gontor Jawa Timur, dan dilanjutkan kuliah di Cairo Mesir,” terangnya.

Seperti diberitakan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan adanya penangkapan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berstatus sebagai istri pimpinan militan Maute, salah satu kelompok pendukung ISIS di Filipina, Omar Khayam Maute. WNI bernama Minhati Madrais itu tercatat merupakan warga asal kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

“Ada informasi penangkapan WNI Minhati Madrais istri dari teroris Omar Khayam Maute di Iligan City Filipina (Kota Iligan),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, pada Minggu (5/11/2017) seperti dikutip Antara.

Berdasarkan informasi dari “Counterpart” Kepolisian Cagayan de Oro, menurut Rikwanto, penangkapan terhadap Minhati terjadi pukul 09.30, Minggu (5/11/2017), waktu Filipina.

Selain Minhati, enam anaknya juga turut diamankan saat penangkapan di 8017 Steele Makers Village Tubod Iligan City oleh tim Gabungan Armed Forces of the Philippines (AFP) dan Philippine National Police (PNP) dari ICPO, MIB, ISG, CIDT-Lanao, 4th Mech and 103rd SAC. Rikwanto mencatat keenamnya itu terdiri dari empat anak perempuan dan dua anak lelaki.

Menurut Rikwanto, petugas kepolisian Filipina, dalam penangkapan itu, turut menyita barang bukti sejumlah komponen bom berupa empat Blasting Cap, dua unit Detonating Cord dan satu Time Fuse. Paspor atasnama Minhati yang telah habis masa berlakunya juga diamankan sebagai barang bukti.

“Saat ini, Minhati bersama anaknya berada di kantor polisi Iligan City untuk menjalani pemeriksaan,” ungkap Rikwanto.

Minhati tercatat kelahiran Bekasi pada 9 Juni 1971 dengan nomor paspor A 2093379. Dia diduga tiba di Manila pada 2015 dengan masa hingga 30 Januari 2017. Suami Minhati, yakni Omar Khayam, sebelumnya dikabarkan telah tewas saat operasi militer Filipina di Marawi. Minhati juga tercatat sebagai puteri pimpinan Pondok Pesantren Darul Amal, Babelan, Kabupaten Bekasi, KH Madrais Hajar.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds