Sehari Jadi Walikota Bekasi, Begini Kesan Naufal…

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama siswa yang terpilih dalam program 'Sehari Jadi Walikota Bekasi', Senin (6/11/2017). (Foto M Yakub/GoBekasi)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama siswa yang terpilih dalam program 'Sehari Jadi Walikota Bekasi', Senin (6/11/2017). (Foto M Yakub/GoBekasi)

SALAH satu peserta ‘Sehari Jadi Walikota Bekasi’ Naufal Halim, mengaku bangga dapat menjadi kepala daerah. Ia pun memberikan suka dukanya pada program yang dimotori Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bekasi ini.

“Saya merasa bangga karena saya menjadi salah satu siswa terpilih untuk menjadi Walikota Bekasi dalam sehari, kita bersaing dengan 600 pendaftar dari 1.500 orang yang melihat kegiatan ini,” kata Naufal, Senin (6/11/2017).

Selain itu kata Naufal, kegiatan ini memberikan manfaat baginya. Karena dengan program ini ia dapat mengetahui apa saja yang dapat diantisipasi ketika menjadi pemimpin.

“Benar-benar bermanfaat, kita jadi tahu ketika menjadi walikota, dapat mengantisipasi resiko yang ada,” katanya.

“Selain itu kita tau bagaimana mengelola sistem, rupanya menjadi walikota juga melakukan funsi pengawasan terhadap sistem yang berjalan,” sambungnya.

Ia menilai jika menjadi walikota mendapatkan beban yang cukup berat terhadap pembangunan kota dan masyarakatnya.

“Kebijakan-kebijakan yang telah dibuat, mengelolanya itu susah, berat dan beresiko, saya banyak belajar dari ini agar di kemudian hari bila saya jadi pemimpin bisa mebgantisipasi yang beresiko,” tandasnya.

Untuk diketahui, ada5 orang siswa terpilih oleh LPA Kota Bekasi menjadi Walikota Bekasi sehari. Mereka adalah Ikeishia Irenea Erlan, Raditya Chavvah, Bintang Yolanda Septiani Simanjuntak, Nurlailatul Qiram dan Naufal Halim. (kub/gob)



loading...

Feeds