Peserta ‘Sehari Jadi Walikota Bekasi’ Pidato tentang Kota Layak Anak

Peserta Sehari Jadi Walikota Bekasi bersama pramuka Kota Bekasi. (Foto: M Yakub/GoBekasi)

Peserta Sehari Jadi Walikota Bekasi bersama pramuka Kota Bekasi. (Foto: M Yakub/GoBekasi)

LIMA anak yang terpilih oleh Lembaga Perlindungan Anak menjadi Walikota Bekasi sehari sudah melakukan aktifitas, Senin (6/11/2017). Kelimanya adalah Ikeishia Irenea Erlan, Raditya Chavvah, Bintang Yolanda Septiani Simanjuntak, Nurlailatul Qiram dan Naufal Halim.

Aktitas pertama mereka diawali dengan makan bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi  dan Istrinya Gunarti Rahmat Effendi di rumah dinas Pondok Pekayon Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pukul 06.00 WIB.

Setelah itu, secara bersamaan mereka langsung menuju kantor Pemerintah Kota Bekasi untuk melaksanakan rutinitas apel pagi. Disana Ikeishia Irenea Erlan menjadi pembina upacara.

Dalam sambutan Ikeisha, menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebanyak 328 kota/kabupaten menuju layak anak dengan tahapan yang berbeda-beda, tidak terkecuali Kota Bekasi.

“Namun miris, dari ratusan daerah yang mencanangkan menuju kota/kabupaten layak anak itu belum ada yang sudah dinyatakan sebagai kota/kabupaten layak anak karena belum memenuhi 24 indikator,” jelasnya.

Dia melanjutkan, masalah di Kota Bekasi terutama, masih berada di kategori Madya dan masih ditemukan anak-anak yang meminta-minta di jalanan serta warkop.

“Menurut hemat saya, untuk menuju Kota Layak Anak harus ada sinergi antarinstansi dan LSM yang bergerak dibidang anak, sehingga ditemukan formulasi dalam penangannya,” jelas Ikeisha.

“Kenyataannya sejauh ini, komunikasi itu nampak masih tidak berjalan dengan baik sehingga berjalan sendiri-sendiri. Alhasil hasilnya tidak maksimal,” sambungnya.

Katanya, sebenarnya Kota Bekasi sudah meluncurkan program Kota Layak Anak sejak tahun 2013 lalu. Pada tahun 2015, kota dengan julukan kota patriot ini mendapat predikat Pratama, di tahun 2017 mendapat tingkat Madya.

“Artinya, masih tersisa dua tingkat lagi yakni, Nindya dan Utama, barulah Kota Bekasi bisa mendapatkan predikat Kota Layak Anak secara keseluruhan,” imbuhnya.

Untuk menggapai itu, tidak semudah apa yang telah dicanangkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar Kota Bekasi mendapatkan predikat Kota Layak Anak.

“Pembenahan ini harus dimulai dari akar rumput, Kepala Desa atau Lurah misalnya, harus mendata anak-anak yang sesuai kategorinya, misalnya terlantar atau anak-anak yang dikatakan menjadi anak dipinggir jalan. Jika itu ada, maka pembinaan pun dianggap penting,” tutupnya.

Usai sambutan, mereka lalu menerima para ramu dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bekasi di kantor dinas Walikota. Tidak lama, mereka juga melepas DPC Pro Jokowi yang akan berangkat ke Solo untuk datang ke pernikahan Kahiyang Ayu.

Selanjutnya, mereka menuju Kelurahan Cikiwul, Bantargerbang. Bersama Rahmat Effendi di Bantargebang mereka mendatangi 2 sesi pernikahan warga. Selanjutnya melakukan inspeksi mendadak di Jalan Perum Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dan berlanjut makan siang. (kub/gob)



loading...

Feeds