Pecantik Kota Bekasi, Warga Minta Pemkot Jangan Tebang Pilih Wilayah

Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan pengaspalan di Jalan Rawatembaga Sabtu (4/11/2017) sekira pukul 10.40 WIB pagi tadi. Foto: Gobekasi

Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan pengaspalan di Jalan Rawatembaga Sabtu (4/11/2017) sekira pukul 10.40 WIB pagi tadi. Foto: Gobekasi

TAHUN infrastruktur menjadi fokus Pemerintah Kota Bekasi hingga pada akhir Desember 2017. Sejumlah wilayah pun sudah dipercantik seperti di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan. Bahkan, menyusul sampai wilayah Bekasi Utara.

Namun dismping itu, sejumlah warga menilai jika pembangunan infrastruktur yang ada di Kota Bekasi tidak merata. Mereka menganggap pemerintah hanya mengedepankan kepentingan pengusaha properti.

“Di Pondokgede sendiri proyek jalan dan sarana prasarana belum memadai, baru di jantung Kota Bekasi saja,” kata Nia (26) Warga Perumahan Wisma Ratu RT 001/05, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Sabtu (4/11/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Pemkot Bekasi dalam memperbaiki infrastruktur dan menata area untuk terlihat rapi hanya sejalan dengan rencana bisnis para pengembang properti.

Di Jalan Perjuangan Bekasi Utara, yang area bekas penggusurannya sudah dibangun jalan, letaknya hanya beberapa ratus meter dari komplek hunian terpadu Summarecon Bekasi.

PT Summarecon Agung Tbk memang berencana mengekspansi wilayahnya ke utara, yang saat ini masih berupa permukiman penduduk dan perumahan-perumahan kecil.

“Harapan saya, wilayah-wilayah perbatasan seperti di Pondokgede, Pondokmelati dan lainnya itu sama rata, jadi Pemkot jangan tebang pilih,” harap Nia.

Terpisah, Suyitno (53) warga Perumahan Mayang Pratama RT 12/08, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, juga menilai demikian.

Ia mengatakan, jika seharusnya pemerintah dalam melancarakan proyek infratruktur fokus akan momok yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama soal banjir dan kemacetan.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur dan transportasi berguna untuk mendorong pemerataan perekonomian dan kesejahteraan yang berkeadilan, serta membuka kesempatan ekonomi, memudahkan mobilitas masyarakat, dan membangun konektivitas nasional.

“Jadi tidak saja hanya proyek-proyek Jalan, perhatikan gorong-gorong. Banjir saat ini adalah masalah yang serius. Keindahan kota itu jangan hanya diluarnya saja, tapi juga didalam (diplosok daerah wilayah setempat) harus diperhatikan agar estetika kota secara rill bagus,” katanya.

Belum lama ini, Pemerintah Kota Bekasi juga gencar melakukan penggusuran terhadap bangunan yang berada di tanah pengairan. masyarakat menilai itu hanya untuk kepentingan pengusaha.

Contohnya saja proyek penataan Jalan KH Noer Ali Kalimalang dan juga penggusuran titiknya tidak jauh dengan pusat perbelanjaan dan komplek bisnis.

Secara berurutan, di sebelah selatan Kalimalang, ada Metropolitan Mal, Hotel Horison, M Gold Tower dan Grand Metropolitan Mal. Semuanya adalah milik Lippo Group.

Dan, yang masih hangat dan memicu polemik, adalah penggusuran di Kelurahan Pekayon Jaya Bekasi Selatan. Titiknya dekat dengan komplek hunian Grand Galaxy City milik Agung Sedayu Group.

Informasi yang berkembang, Agung Sedayu Group akan membangun apartemen dan rumah sakit mewah di komplek perumahan elit itu. Lokasinya tidak jauh dari titik penggusuran.

Di saat bersamaan, Pemkot Bekasi berencana menggunakan area bekas penggusuran untuk melebarkan jalan. Jalan tersebut kemungkinan akan mempermudah akses ke Galaxy, yang selama ini hanya punya tiga pintu masuk yakni, Jalan Kalimalang, Jalan Pulo Ribung, dan Jalan Pekayon Jatiasih.

“Pemerintah Kota Bekasi harus berbenah, ini yang kita sayangkan. Seharusnya fokus utama adalah pemebenahan infrastrukrur di Stasiun Besar Bekasi dan Terminal Induk Bekasi, karena itu adalah jantungnya Kota Bekasi,” kata Susan (25), warga Taman Wisma Asri RT 006/14, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

Menurut dia, masyarakat dari luar daerah menilai kota mulai dari Stasiun maupun Terminal. Soalnya, dilokasi itulah pendatang menginjakkan kakinya pertama di tanah kota patriot ini.

“Kalau di disanah (Stasiun dan Terminal) tidak tertata, ya itu mereka (pendatang) sudah membuat opini sendiri, kalau Kota Bekasi ini tidak tertata. Apalagi seperti kita ketahui, bagaimana kondisi Stasiun dan Terminal kita, semraut, kan,” tegas Susan.

Karenanya, dengan aspirasi ini ia berharap agar Pemerintah Kota Bekasi sadar akan pembangunan yang ideal. Tidak hanya mengutamakan kepentingan pembisnis.

“Memang mereka kan berinvestasi, ya hasil inverstasi itu sebenarnya bisa di kelola dengan baik. Kalau mau bagus wilayah properti ya pakai anggara mereka, hasil investasi bisa untuk pembangunan wilayah yang tidak tersentuh,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …
Pembangunan tribun lapangan multiguna, Bekasi Timur, Jumat (24/11/2017). (Foto M Yakub)

Stadion Mini Multiguna Mulai Digarap

PEMERINTAH Kota Bekasi kembali memulai bangun kursi penonton di Stadion Mini Multiguna, Bekasi Timur. Pantauan GoBekasi, yang terbangun hanya baru …