Begini Detik-detik Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Bantargebang

Pohon rubuh akibat puting beliung di Bantar Gebang, Senin (23/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Pohon rubuh akibat puting beliung di Bantar Gebang, Senin (23/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

ANGIN Puting beliung porak-porandakan alias merusak 40 rumah warga yang berada di Kecamatan Bantargebang, Minggu (22/10/2017) kemarin.

Misna (57) warga Kampung Ciketing di Jalan Raya Pangkalan II RW 02, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang,mengaku jika awalnya ia mendengar suara gemuruh dari arah selatan menuju rumah.

Rasa penasaran Misna akhirnya terjawab, saat dia melihat batang pohon ukuran sedang tumbang di dekat rumah.

Bahkan, suara gemuruh itu makin nyaring, manakala genting rumahnya termasuk tetanga sekitar berjatuhan.

“Saya panik dan langsung berlari ke luar rumah sendirian. Saya kira ada gempa bumi,” kata Misna, Senin (23/10/2017).

Misna mengatakan, saat itu dia juga melihat dinding rumah mulai retak. Dia khawatir tubuhnya tertimpa material bangunan, makanya dia kabur melarikan diri.

“Gelombang angin terjadi sekitar satu menit. Setelah itu keadaan kampung berubah total menjadi berantakan. Pohon pisang paling banyak yang tumbang,” ujarnya.

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin puting beliung yang terjadi di wilayah Kelurahan Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, kemarin.

“Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu,” kata Kepala Subbagian Humas Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing.

Ia memastikan hanya ada kerusakan bangunan rumah warga saja yang terdampak amukan angin puting beliung kemarin malam. Juga beberapa pohon tumbang. Saat ini, warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi masih proses pembersihan.

“Hanya ada kerugian material saja. Selain rumah warga, juga beberapa fasilitas keamanan desa yang rusak,” katanya.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri telah memberikan bantuan beberapa peralatan tidur bagi warga yang tedampak bencana itu.

“Kita bantu sementara dari Dinas Sosial Kota Bekasi berupa tikar, selimut, dan kain sarung,” kata Lurah Cikiwul, Warsyim Suryana.

Saat ini, pemerintah juga mencoba memberikan bantuan berupa asbes bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan pada bagian atap akibat amukan angin puting beliung.

“Bertahap kita memberikan bantuan bagi warga yang atap rumahnya rusak, agar hujan tidak masuk kedalam rumahnya,” sambung Satgas BPDB Kota Bekasi, Karsono.

Tercatat, ada 40 Kartu Keluarga yang terdampak atau mengalami kerusakan bangunan rumah. Jumlah itu terbagi di dua wilayah yakni Kelurahan Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang.

Akibat itu, pemerintah merinci kerugian mencapai Rp 60 juta. Masing-masing rumah diproyeksikan membutuhkan perbaikan bangunan sebeaar Rp 3 juta. (kub/gob)



loading...

Feeds

GAMKI Tak Mau Terjebak Politik Praktis

GAMKI Tak Mau Terjebak Politik Praktis

DEWAN Pimpinan Pusat GAMKI Bidang Organisasi dan Kelembagaan, Dickson Siringo Ringo, menegaskan jika organisasinya tidak akan mendukung salah satu partai …
Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

Air Banjir di Ciketing Udik Menghitam

SEPEKAN sudah banjir melanda warga di pemukiman Perumahan Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Ciketingudik, Kota Bekasi. Bukannya surut. Air di komplek …