3 Kader Parpol Ikut Seleksi PPK, KPU Kota Bekasi Nyaris Kecolongan

Ilutrasi KPU

Ilutrasi KPU

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi nyaris kecolongan dalam seleksi calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Tiga orang diantara peserta ternyata tercatat sebagai kader salah satu partai politik.

Ketahuannya 3 kader parpol itu setelah KPU melakukan penelusuran terhadap para peserta seleksi.

Komisioner KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni mengatakan, tiga orang tersebut diketahui sebagai kader partai politik saat pihaknya melakukan pemeriksaan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) usai dilakukannya tes tertulis.

Dia menjelaskan, KPU Kota Bekasi melakukan pemeriksaan ke SIPOL untuk memastikan bahwa peserta seleksi calon anggota PPK tidak ada yang berasal dari parpol. Lalu, terdeteksinya ketiga orang tersebut sebagai kader parpol dilakukan dengan cara memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke dalam sistem.

“Kemudian akan diketahui apakah yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota parpol atau tidak. Ternyata ada beberapa peserta yang merupakan anggota Parpol tertentu. Untuk yang seperti ini, kami harus mengeliminasi yang bersangkutan dari daftar,” katanya.

Disinggung apakah ada calon PPK yang berasal dari luar Kota Bekasi, kata dia, tidak ada calon angggota PPK yang berdomisili dari luar Kota Bekasi.

“Tidak ada yang dari luar Bekasi. Sesuai ketentuan, harus sesuai domisili. Kalau ada yang mendaftar dari luar Bekasi, sedari awal kami tolak. Ada juga yang mendaftar ke kecamatan yang tidak sesuai dengan KTP – nya, juga kami arahkan untuk mendaftar sesuai kecamatannya,” ujarnya.

Nurul menyampaikan, pihaknya telah melakukan tes tertulis pada Jumat, (20/10/2017). Hasil tes tertulis sudah diumumkan. Nilai yang masuk dalam sepuluh besar nilai tertinggi pada tes tertulis berada pada kisaran 71 sampai 93. Tapi, KPU Kota Bekasi tidak mempublikasikan nilai calon anggota PPK yang telah mengikuti tes tertulis.

Soal pada tes tertulis diperoleh dari KPU Provinsi Jawa Barat dalam keadaan tersegel. Terdapat 60 soal pada tes tertulis, 50 soal pilihan ganda dan 10 soal benar atau salah. Bobot nilai pada soal pilihan ganda dan soal benar atau salah sama. Pertanyaan dalam tes tertulis meliputi teknis penyelenggaraan Pemilu dan pengetahuan dasar tentang demokrasi, ketatanegeraan dan lain – lain. Pemeriksaan pada hasil tes tertulis dilakukan dengan menggunakan kunci jawaban dari KPU Provinsi Jawa Barat.

“Nilai tes tidak dipublikasikan karna tidak ada kewajiban kami untuk mempublikasikan. Peserta yang masuk ke tahap wawancara, adalah peserta dengan nilai tertinggi satu sampai dengan sepuluh di tiap kecamatan,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, calon anggota PPK yang telah lulus tes tertulis akan melakukan tes wawancara pada hari ini, Senin (23/10/2017) di STMIK Bani Saleh. Tes wawancara akan dilakukan dalam beberapa gelombang.

Dia menjelaskan, tes wawancara dilakukan untuk menggali sejauh mana wawasan kepemiluan peserta dan sekaligus mengkonfirmasi masukan dari masyarakat.

“Termasuk juga untuk mengetahui komitmen peserta sebagai penyelenggara pemilu yang bekerja berdasarkan tahapan yang rigid,” ujarnya.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Marissa Nasution. (Foto: JPNN)

Marissa Nasution Hamil?

ARTIS Marissa Nasution heboh dikabarkan sudah hamil. Kabar ini mencuat setelah perut Marissa terlihat membuncit saat melakukan foto prewedding. Terkait …
BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …