Pemkot Bekasi Gandeng Swasta Akomodasi 20 Titik Ojek Online

Ojek online terlihat mangkal di trotoar Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kamis (24/8/2017). (Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi)

Ojek online terlihat mangkal di trotoar Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kamis (24/8/2017). (Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi)

DEWAN Transportasi Kota Bekasi (DTKB) menggandeng pihak swasta dalam mengakomodasi 20 titik kumpul sementara para pengemudi ojek online.

Ketua DTKB Kota Bekasi M Harun Al Rasyid, menyampaikan, penyediaan titik kumpul ini ditujukan untuk menguraikan kepadatan kendaraan yang terjadi di ruas jalan protokol.

Disebutkan bahwa 20 titik kumpul ojek online yang diusulkan berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bekasi. Jika penyediaan titik kumpul dilakukan di lahan milik swasta, diharapkan pihak pengojek online yang melakukan inisiatif.

“Pemerintah hanya memfasilitasi sebagai konsekuensi logis dari Peraturan Wali Kota Bekasi (Perwal) Nomor 49 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Roda Dua Berbasis Aplikasi,” kata Harun, (22/10/2017).

Harun mengatakan, pemerintah juga membuka peluang adanya usulan lokasi ojek online dari para pengemudi. Apabila lahan yang diajukan bukan milik daerah, kata dia, diperlukan waktu yang cukup lama karena diperlukan administrasi ke pihak terkait.

“Pada tahap pertama yang penting ojek online tidak parkir di badan jalan atau trotoar. Untuk itulah pemerintah berinisiatif membuat kantung-kantung titik kumpulojek online,” ujar Harun.

Harun menyatakan, bila para pengojek online masih mangkal sembarangan di jalan protokol, dinas terkait akan melakukan tindakan tegas.

Pemerintah akan menggandeng pihak kepolisian untuk menilang mereka karena dianggap membuat carut marut lalu lintas di jalan setempat. “Tindakan ini diambil agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Menurut Harun, sebetulnya jumlah titik kumpul ojek online di Kota Bekasi saat ini ada 34 titik. Namun 20 titik itu sudah direkomendasikan oleh pemerintah, sedangkan 14 titik lagi adalah markas ojek online yang sudah ada sejak lama.

“Jumlah yang sudah fixed itu ada 20 titik, sedangkan 14 titik adalah markas yang selama ini mereka gunakan untuk istirahat dan berkumpul,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

GAMKI Tak Mau Terjebak Politik Praktis

GAMKI Tak Mau Terjebak Politik Praktis

DEWAN Pimpinan Pusat GAMKI Bidang Organisasi dan Kelembagaan, Dickson Siringo Ringo, menegaskan jika organisasinya tidak akan mendukung salah satu partai …
Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

Air Banjir di Ciketing Udik Menghitam

SEPEKAN sudah banjir melanda warga di pemukiman Perumahan Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Ciketingudik, Kota Bekasi. Bukannya surut. Air di komplek …