Dishub Kota Bekasi Rekomendasikan 20 Titik Kumpul Ojek Online

Sejumlah pengemudi ojek online bertemu perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jumat (25/8/2017). (Foto: Ist)

Sejumlah pengemudi ojek online bertemu perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jumat (25/8/2017). (Foto: Ist)

PEMERINTAH Kota Bekasi merekomendasikan 20 titik kumpul sementara bagi para pengemudi ojek online.

Pengoperasian titik kumpul ojek online ini bisa dimulai pada 1 November 2017 mendatang.

“Sudah kita sampaikan melalui paguyuban ojek online yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bekasi Bersatu (FKBB) pada Kamis (19/10/2017) ,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Minggu (20/10/2017).

Menurut Yayan, 20 titik kumpul sementara itu tersebar dalam delapan objek, yaitu Stasiun Bekasi, Mega Bekasi City dan Tol Bekasi Barat, Metropolitan Mall dan Bekasi Cyber Park (BCP), Pekayon, Tol Bekasi Timur, Bulak Kapal, Stasiun Kranji dan Stasiun Bekasi Timur.

Seluruh titik itu dijadikan lokasi mangkal sementara karena aktivitas masyarakat di sana cukup padat.

“Hal itulah yang dimanfaatkan oleh ojek online guna mengakomodir pergerakan penumpang yang tidak membawa kendaraan pribadi,” katanya.

Yayan mengatakan, pemetaan titik kumpul ojek online ini bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan akibat adanya ojek online yang ngetem di ruas jalan protokol.

Seperti Jalan Jendral Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Ir. H. Djuanda dan sebagainya.

Selain itu, kehadiran mereka yang ngetem di tepi jalan protokol dalam menunggu penumpang juga bisa merusak estetika kota.

“Makanya kita atur, mau tidak mau dan suka tidak suka mereka harus ikuti aturan yang ada,” katanya.

Sejauh ini, kata Yayan, perwakilan pengemudi ojek online yang diundang dalam sosialisasi itu telah sepakat dengan usulan pemerintah.

Mereka bahkan akan meneruskan sosialisasi itu ke para ojek online lainnya.

“Ada tiga aplikasi ojek online dan masing-masing kita undang lima orang. Mereka setuju dengan rencana pemerintah,” jelasnya.

Berdasarkan catatannya, ada sekitar 3.200 ojek online yang rutin beroperasi di Kota Bekasi.

Jumlah tersebut diproyeksikan lebih rendah dibanding angka sebenarnya, mengingat banyak ojek online asal Kabupaten Bekasi, DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor yang berlalu lalang di Kota Bekasi. (kub/gob)

Berdasarkan data, delapan objek dan 20 titik kumpul diantaranya:

1. Objek Stasiun Bekasi Timur
-Jalan Baru Kemakmuran dengan kapasitas 75 kendaraan
-Bekas Pool Batubara dengan kapasitas 100 kendaraan
-Belakang Pos Polisi Bulan-Bulan dengan kapasitas 40 kendaraan
-Diklat Kereta Api dengan kapasitas 75 kendaraan
-Di depan gedung Korpri dengan kapasitas 20 kendaraan
2. Objek Mega Bekasi City dan Tol Bekasi Barat
– Jalan Ahmad Yani dengan kapasitas 75 kendaraan
3. Objek Metropolitan Mall dan Bekasi Cyber Park (BCP)
-Sejajar pedestrian area dengan kapasitas 75 kendaraan
-Sisi selatan Jalan KH Noer Alie dengan kapasitas 25 kendaraan
-Gedung parkir Stadion Candrabhaga dengan kapasitas 50 kendaraan
4. Objek Pekayon
-Bekas rumah potong hewan kapasitas 75 kendaraan
-Lahan parkir Revo Town kapasitas 15 kendaraan
-Lahan parkir Makro kapasitas 75 kendaraan
5. Objek Tol Bekasi Timur
-Lahan kosong bekas pangkalan K-45 kapasitas 30 kendaraan
-Lahan parkir Apartemen Grand Dhika kapasitas 15 kendaraan
-Lahan parkir Apartemen BTC kapasitas 15 kendaraan
6. Objek Bulak Kapal
-Lahan parkir Taman Makam Pahlawan kapasitas 100 kendaraan
7. Objek Stasiun Bekasi Timur
-Lahan parkir Stasiun Bekasi Timur kapasitas 50 kendaraan
8. Objek Stasiun Kranji
-Lahan parkir Stasiun Kranji 30 kendaraan
-Lahan parkir pertokoan Kranji 15 kendaraan
-Lahan parkir Naga Swalayan 15 kendaraan



loading...

Feeds

GAMKI Tak Mau Terjebak Politik Praktis

GAMKI Tak Mau Terjebak Politik Praktis

DEWAN Pimpinan Pusat GAMKI Bidang Organisasi dan Kelembagaan, Dickson Siringo Ringo, menegaskan jika organisasinya tidak akan mendukung salah satu partai …
Warga melewati banjir setinggi 70 sentimeter, Selasa (21/11/2017). (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

Air Banjir di Ciketing Udik Menghitam

SEPEKAN sudah banjir melanda warga di pemukiman Perumahan Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Ciketingudik, Kota Bekasi. Bukannya surut. Air di komplek …