BPTJ Bakal Batasi Jam Truk di Tol Japek

Kondisi ruas tol Jakarta-Cikampek, Rabu (23/8/2017). (Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi)

Kondisi ruas tol Jakarta-Cikampek, Rabu (23/8/2017). (Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi)

BADAN Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan membatasi jam lintas truk golongan IV dan V, seperti kontainer dan truk gandeng, di Tol Jakarta-Cikampek (Japek), pada akhir Oktober ini.

BPTJ sebelumnya telah menguji coba pembatasan jam operasional truk golongan IV dan V yang melintas di Tol Japek arah ke Jakarta sejak 16 Oktober 2017.

Kedua golongan kendaraan tersebut tidak diperkenankan melintas di tol mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB dari Cikampek hingga Bekasi Barat.

Setelah uji coba selama lima hari, BPTJ melakukan evaluasi dan hasilnya berdampak positif. Kecepatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek meningkat hingga 15 persen

Semula kecepatan kendaraan hanya 20 hingga 30 kilometer perjam, kini menjadi 50 hingga 60 kilometer perjam.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan akan memberlakukan kebijakan tersebut di arah sebaliknya, yaitu dari Jakarta ke Cikampek.

“Sekarang kami mau uji coba dua arah, jadi Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Jakarta. Karena arah dari Jakarta ke Cikampek memiliki persoalan yang sama. Niat kami baik, mau bantu pekerja yang tinggal di Jakarta, tapi kerja di kawasan industri Cikarang biar datang tepat waktu,” katanya, Minggu (22/10/2017).

Mulai Senin (23/10/2017), BPTJ akan melakukan sosialisasi pengaturan jam operasional truk dari Jakarta ke Cikampek. Sementara itu, uji coba akan diterapkan di pekan selanjutnya, sekitar akhir Oktober 2017.

“Jadi  kami akan lakukan sosialisasi untuk perjalanan truk dari Jakarta ke Cikampek selama satu minggu. Setelah itu baru kami terapkan uji coba pembatasan truk dua arah,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pengaturan secara rinci masih dibicarakan. Namun, hal yang pasti, kendaraan golongan IV dan V tidak boleh keluar dari kawasan sebelum pukul 09.00 WIB

Menurut dia, perlu uji coba untuk mengetahui apakah nantinya timbul permasalahan atau tidak.

“Kalau sistem sudah terbangun ya tidak akan ada masalah. Jadi masing-masing mengetahui kondisinya. Memang awal-awal agak kacau tapi nantinya akan menyesuaikan sendiri kok, tidak usah khawatir,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …