Hujan Setengah Hari, Kota Bekasi Banjir Lagi

Banjir yang terjad di depan Perum Pondok Hijau Permai, Rabu (18/10/2017) malam. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Banjir yang terjad di depan Perum Pondok Hijau Permai, Rabu (18/10/2017) malam. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KOTA Bekasi kembali diterjang banjir setelah diguyur hujan setengah hari. Pantauan GoBekasi, ada 4 titik yang kini menggenang hingga lutut orang dewasa.

Adalah Perumahan Rawalumbu Utara depan SMAN 13 Kota Bekasi, depan kantor Kecamatan Rawalum, Perum Narogong jembatan 1 genangan dan Perum Pondok Hijau Permai.

Nampak banyak kendaraan yang mulai mogok akibat nekat melintasi air yang setinggi lutut orang dewas.

Kepala Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Karsono, mengatakan jika saat ini ada beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik.

“Padam listrik ada di beberapa wilayah di Kelurahan Bojong Rawalumbu, sekarang anggta kami pun sudah disebar untuk memantau debit air dimana masih terjadi intensi hujan ringan,” katanya, Rabu (18/10/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Rupanya, beberapa tahun belakangan ini titik banjir di Kota Bekasi masih tidak berkurang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi mencatat, ada 49 titik banjir yang terjadi akibat air kiriman dari Bogor maupun berada di daerah cekungan.

“Seluruh titik banjir itu tersebar di 10 kecamatan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Meski jumlah titik banjir tidak berkurang, namun Tri berdalih upaya yang dilakukan pemerintah sudah maksimal.

Bahkan pada 2016 lalu, pengentasan rawan banjir itu sudah teratasi sekitar 30 persen, melalui pembangunan sejumlah polder air di titik rawan banjir.

“Kita bangun polder air untuk menampung sementara air hujan, setelah itu air dibuang ke kali menggunakan pompa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, polder air yang dibangun pemerintah tersebar di sejumlah titik. Misalnya Perumahan Dosen IKIP dengan biaya Rp 20 miliar, Perumahan Bumi Satria Kencana Rp 20 miliar, Kawasan Sasak Jarang Rp 30 miliar dan kawasan Aren Jaya dengan biaya Rp 10 miliar.

Bahkan pada 2017 ini, pihaknya membangun bendung Koja seluas 2,5 hektar, semua anggaran dari APBD Kota Bekasi.

Sedangkan, untuk biaya pengentasan banjir tahun 2017 kata Tri, pemerintah daerah menganggarkan Rp 300 miliar dari APBD 2017.

“Termasuk pembelian pompa yang bisa dipakai di daerah rawan genangan air. Untuk pompa itu disiagakan di tiap-tiap titik rawan banjir,” paparnya.

Saat ini, untuk mengantisipasi air kiriman dari Bogor, kata Tri, pihaknya sudah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Cileungsi (BWSCC).

Tujuannya adalah dengan melakukan penguatan tanggul di bantaran Kali Bekasi.

“Akan ada perbaikan tanggul di Kali Bekasi, pertama di Jalan Cipendawa, Perumahan Kemang dan SDN VI Pekayon Jaya,” katanya.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Yudi Saptono menambahkan, penanganan banjir selama ini hanya memfokuskan kepada titik rawan saja.

Seharusnya sumber banjir yang harus menjadi perhatian. “Termasuk melakukan perbaikan Kali alam,” katanya.

Dia mengatakan, telah melibatkan DKI untuk menormalisasi Kali alam di daerah aliran sungai (DAS) di daerah Bantargebang. Diharapkan rencana itu bisa teralisasi secepatnya.

“Usulan itu sudah diajukan ke DKI,” tandasnya. (kub/gob)

Data titik banjir di Bekasi:
Kecamatan Jatiasih 8 titik,
Kecamatan Bekasi Selatan 7 titik,
Kecamatan Rawalumbu 5 titik,
Kecamatan Bekasi Timur 8 titik,
Kecamatan Bekasi Utara 3 titik,
Kecamatan Bekasi Barat 6 titik,
Kecamatan Pondokmelati 2 titik,
Kecamatan Pondokgede 5 titik,
Kecamatan Medansatria 3 titik,
Kecamatan Mustikajaya 2 titik.



loading...

Feeds

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …