Disdik buat Buku Panduan Beranimasi

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi melakukan terobosan baru untuk meningkatkan kinerja jajarannya, khususnya bagi para pengawas, melalui buku panduan beranimasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Sri Yulinarti.

Dirinya mengatakan, Disdik Kota Bekasi membuat buku panduan beranimasi guna tingkatkan profesionalitas pengawasan swkolah dengan disosialisasikannya buku panduan kerja pengawas di tingkat SD beranimasi tersebut.

“Hal ini untuk meningkatkan kinerja para pengawas serta mempermudah peranan para pengawas sekolah di dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya kepada para Kepala Sekolah dan guru untuk melakukan bimbingan dan arahan atas tugas mereka di lingkungan sekolah. Ini merupakan inovasi dan kerja keras semua pihak yang peduli akan kemajuan dunia pendidikan di Kota Bekasi dan bertujuan untuk mempermudah kerja mereka,” paparnya Selasa (17/10/2017).

Selain itu, melalui buku panduan beranimasi ini, nantinya memudahkan para pengawas di dalam menentukan metode penerapan kinerja bagi jajarannya yang diawasi di sekolah.

“Sehingga melalui hal ini, mereka bisa lebih rileks mengerjakan tugasnya dan target yang dituju segera cepat selesai,” tambahnya.

Sri menjelaskan pula latar belakang dikeluarkannya buku panduan pengawas beranimasi tersebut karena di dalamnya terdapat standar operasional prosedur untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pegawas sekolah kepada sekolah binaannya.

Serta bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas pengawas dari segi kompetensi pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan Kepala Sekolah dengan optimal.

“Melalui hal ini dihasilkan 4 SOP yang wajib dilaksanakan para Kepala Sekolah, diantaranya pembinaan, penilaian, pemantauan dan pelatihan serta manajerial sekolah,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Sri juga tidak menampik bahwa sosialisasi buku panduan pengawas beranimasi ini juga didasarkan kepada kondisi para pengawas sekolah masih banyak yang belum menguasai dan melaksanakan tugasnya, seperti kepengawasan dengan baik.

Serta masih kurang mengertinya beban kepengawasan maupun pelaporan program kerja yang harus mereka laporkan. Sehingga dengan adanya sosialisasi tersebut, maka kondisi yang diharapkan mampu menciptakan profesionalisme pengawas sekolah, sehingga pengembangan keprofesian bisa berjalan dengan baik.

“Melalui pembuatan buku panduan kerja pengawas sekolah (BUPAS) ini, dapat meningkatkan profesionalisme pengawas Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi,” tutupnya (Dyt/gob)



loading...

Feeds

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …