6 Cagar Budaya di Kabupaten Bekasi Ini Tak Boleh Diganggu

BANGUNAN Cagar Budaya di Asrama Polisi Cikarang, Kampung Bulak Desa Karangasih, Kabupaten Bekasi. Rumah tua peninggalan zaman Belanda itu kini telah rata dengan tanah. FOTO: Andi Saddam/GoBekasi

BANGUNAN Cagar Budaya di Asrama Polisi Cikarang, Kampung Bulak Desa Karangasih, Kabupaten Bekasi. Rumah tua peninggalan zaman Belanda itu kini telah rata dengan tanah. FOTO: Andi Saddam/GoBekasi

BALAI Pelestarian Cagar Budaya Serang Wilayah Kerja Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Lampung pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud menetapkan enam peninggalan sejarah di Kabupaten Bekasi sebagai cagar budaya.

Keenam cagar budaya itu, yakni Pendopo Cikarang (kantor bekas kewedanan Cikarang Utara), rumah bersejarah yang kini menjadi asrama Polsek Cikarang 1 dan rumah bersejarah yang kini menjadi asrama Polsek Cikarang 2.

Kemudian Saung Ranggon di Cikedokan Cikarang Barat, Gedung Juang 45 di Tambun Selatan dan bangunan bersejarah yang kini digunakan Dinas Pemadam Kebakaran di Tambun Selatan. Ke enam cagar budaya tersebut berjenis bangunan.

Kepala Bidang Budaya pada Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bekasi, Suwartika. menjelaskan, penetapan cagar budaya memberi garansi tersendiri atas keaslian peninggalan bersejarah tersebut. Adapun peninggalan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, tidak boleh diubah apalagi dihancurkan.

Terhadap cagar budaya yang dimaksud, setiap orang dilarang melakukan pelestarian tanpa didasarkan pada hasil studi kelayakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, akademis dan administratif.

“Bahkan untuk pemugaran atau perbaikan maupun pemeliharaan, harus didampingi para ahli. Tujuannya jelas, agar keaslian situs tersebut dapat terjaga. Cagar budaya pun dilarang dipindahkan dan atau dipisahkan dari titik awalnya tanpa izin,” terang Suwartika.

Lanjutnya, pelestarian cagar budaya diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Setiap orang yang merusak cagar budaya diancam pidana penjaran maksimal 15 tahun dan/atau denda Rp5 miliar.

Regulasi tentang cagar budaya ini pun terbilang ketat, bahkan setiap orang yang tidak melaporkan adanya cagar budaya dapat dinyatakan melanggar Undang-undang. Di sisi lain, setiap orang yang melakukan pencarian cagar budaya tanpa izin pun terancam pidana.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …