Warga Keluhkan Keterlambatan KRL di Stasiun Bekasi Timur

KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (13/10/2017). (Foto: Radar Bekasi)

KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (13/10/2017). (Foto: Radar Bekasi)

PENGGUNA jasa Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi mengeluhkan keterlambatan kereta yang datang di Stasiun Bekasi Timur. Karena menyebabkan terlambat datang ke tempat tujuan.

Salah satu warga pengguna jasa KRL, Monic (21) menceritakan, dirinya kesal karena harus lama menunggu kereta tujuan Bekasi Timur – Jakarta Kota.

“Nunggunya hampir sejam, infonya nggak sesuai, katanya jam enam keretanya sampai stasiun Bekasi Timur, Tapi 06.32 WIB baru sampai,” keluhnya.

Ia mengatakan, hal tersebut membuat dirinya telat sampai di kampusnya. Tapi, dirinya juga megapresiasi operasional KRL karena tidak ada penahanan. Dari pengalamannya, sempat ada penahanan kereta karena gangguan sinyal dan hal teknis lain yang membuat pengguna jasa KRL menunggu.

“Telat sih, mepet ya (sampai tujuan). Bagusnya sih enggak ada penahanan kereta, cuma buat lebih bagusnya lagi kedepannya sama seperti stasiun Bekasi sebelumnya,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia Eva Chairunisa mengatakan, jadwal keberangkatan kereta memang belum 15 menit sekali.

“Karena banyak faktor yang harus diperhitungkan sehingga jumlah perjalanan yang dapat diterapkan baru 32,” ujarnya.

Eva juga menyampaikan pernyataan PT KCI terkait waktu tunggu KRL Cikarang dan pergantian jalur KRL dengan Kereta Antar Kota Lintas Cikarang – Jakarta Kota PP. Dalam keterangan tertulis disampaikan, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah mengoperasikan KRL Lintas Cikarang – Jakarta kota PP sejak 8 Oktober 2017 lalu dimana terdapat 32 perjalanan yang sampai ke Stasiun Cikarang.

Antusiasme masyarakat di empat stasiun baru yang dibuka yaitu Cikarang, Cibitung, Tambun, Bekasi Timur cukup tinggi sejak awal. Meski demikian, PT KCI juga menyadari adanya keinginan masyarakat agar jumlah perjalanan terus ditingkatkan dan waktu tempuh dapat dipercepat melalui pengurangan pergantian jalur KRL dengan kereta antar kota.

Penentuan jumlah perjalanan pada lintas Cikarang – Bekasi – Jakarta Kota tidak lepas dari kondisi prasarana perkeretaapian di Jabodetabek dan sekitarnya. Saat ini jalur kereta antar kota dan kereta komuter belum dipisahkan, dengan kondisi tersebut maka tentu saja KRL harus berjalan bergantian maupun ada penyusulan dengan kereta antarkota.

“Pengaturan operasional KRL antara lain persilangan dan penyusulan dengan kereta antarkota tidak dapat dihindari. Hal ini juga yang membuat perjalanan KRL lintas Cikarang – Bekasi – Jakartakota belum dapat ditambah secara signifikan dari yang ada saat ini yaitu 32 perjalanan,” jelas Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila.

Solusi untuk masalah ini adalah pemisahan jalur kereta antar kota dengan kereta komuter. Saat ini solusi tersebut sedang dikerjakan Pemerintah melalui Satuan Kerja Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dengan pembangunan jalur kereta dwiganda (double double track).

Setelah pekerjaan ini selesai, maka akan ada pemisahan jalur antara komuter dengan kereta jarak jauh di lintas Bekasi – Manggarai.

“Kami berharap percepatan penyelesaian double double track yang saat ini sedang dibangun oleh Satker DJKA. Bahkan akan lebih baik jika jalur dwi ganda tersebut dapat dilanjutkan hingga Cikarang sehingga permasalahan klasik persilangan antara KRL dan kereta antarkota dapat diselesaikan. Selanjutnya perjalanan KRL dapat dimaksimalkan untuk penambahan perjalanannya,” tandasnya.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …