Kasihan, Korban Pencabulan Diberhentikan dari Sekolah

Ilustrasi. (Foto: ist)

Ilustrasi. (Foto: ist)

SUDAH jatuh tertimpa tangga, begitulah pepatah yang kini dialami oleh NS (16). NS menjadi korban pencabulan oleh bapak tirinya RK (47) selama kurung waktu empat tahun. Kini nasibnya harus diberhentikan sekolah.

Sebelumnya, NS mengejar pendidikan di SMK Permata Bangsa Almuawanah. Ia baru menginjak kelas X di SMK swasta itu dengan mengambil jurusan akutansi.

NS mengaku, diberhentikan sekolah lantaran kasus yang menimpanya mencuat. Ketika ibu kandungnya, WT (41) melaporkan aksi bejat RS ke pihak kepolisian pada 3 Oktober 2017.

RS sendiri sudah dibekuk jajaran Kepolsian Sektor Bekasi Selatan dirumahnya Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (12/10/2016) malam, tanpa perlawanan.

“Ya, sejak Selasa kemarin saya nggak boleh lagi ke sekolah. Saya nggak berani protes dan pasrah saja ketika pak Suharman (Kepsek) bilang begitu,” katanya, Jumat (13/10/2017).

Pihak sekolah, kata NS, mengaku keberatan jika dirinya masih berstatus pelajar di sekolahnya. Hingga akhirnya NS harus diberhentikan sekolah.

“Waktu itu hari Senin sebelum pulang sekitar jam 17.25 WIB, saya dipanggil sama ibu Wati, wali kelas, beliau bilang saya dipanggil pak Suharman,” ujarnya.

Ketika dipanggil, NS mengaku sempat mempertanyakan nasibnya di sekolah tersebut. Hanya saja, Kepala Sekolah kekeuh memberikan surat pengeluaran terhadapanya.

“Waktu saya dipanggil pak Suharman, saya tanya lagi apakah besuk saya sekolah atau bagaimana. Dan kata pak Suharman, nggak usah,” cerita dia.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan, Dedi Wahyudi, mengatakan jika tersangka melakukan aksinya bejatnya sejak NS duduk dibangku SD kelas V.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara di atas 5 tahun. (kub/gob)



loading...

Feeds

Rapat Paripurna Penetapan APBD-P Kota Bekasi, Kamis (19/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Sah! APBD-P Kota Bekasi Rp5,7 Triliun

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (19/10/2017). Dalam rapat tersebut DPRD …
Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …