Ini Alasan Perusahaan Minim Serap Tenaga Kerja Asal Kabupaten Bekasi

TES KERJA: Pencari kerja usai mengikuti tes di salah satu perusahaan di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung. Perekrutan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi hingga kini masih minim.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

TES KERJA: Pencari kerja usai mengikuti tes di salah satu perusahaan di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung. Perekrutan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bekasi hingga kini masih minim.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

PERAN Dinas Tenagakerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi dinilai masih belum maksimal untuk membantu tenaga kerja yang ada di Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, masih banyak sistem percaloan dan rekruitmen, sehingga harus ada pembenahan.

Ketua Forum Komunikasi HRD Ejip, Yosminaldi menyarankan Disnaker harus sering berkomunikasi dengan HRD dan para manajer perusahaan di kawasan industri dalam perekrutan tenaga kerja, sebab Disnaker yang memiliki peran sebagai mediator belum optimal.

“Selama ini perusahan yang ingin merekrut tenaga kerja sering tidak jelas, perusahan sering mengunakan jasa orang-orang yang dikenal, baik itu dari sumber resmi maupun tidak. Dan ini perlu dibenahi, makanya banyak pihak yang bermain,” ujarnya.

Menurut Yosminaldi, Disnaker harus mengkoordinasikan tenaga kerja di Kabupaten Bekasi, sehingga tidak ada lagi praktik percaloan dalam perekrutan tenaga kerja. Apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi meminta pihak perusahaan agar penyerapan 30 persen dari tenaga kerja lokal.

“Kami bukan tidak mau merekrut tenaga kerja lokal, tapi data dari empiris yang kami punya, kualitas tenaga kerja lokal masih kalah bersaing dengan dari daerah lain. Makanya, ini Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah. Misalnya dalam perekrutan tenaga kerja 100 orang, kami utamakan ring satu itu dari tenaga kerja lokal, tapi hasilnya cuma 20 orang yang memenuhi syarat, makanya dicari ring dua dari wilayah lain,” terang Yosminaldi.

Dari pengalaman HRD dan manajer di perusahaan, lanjutnya, banyak mencari lulusan dari daerah yang kualitasnya lebih baik. Tetapi hal ini tidak akan terjadi bila kualitas tenaga kerja lokal bisa memadai, sebab jika merekrut dari daerah lain, pasti ada biaya yang dikeluarkan.

“Jadi kalau masyarakat Bekasi punya kualitas baik, ngapain kami cari jauh jauh ke daerah lain. Yang menjadi kendala biasanya warga lokal daya juang nya rendah dan pola pikir itu yang perlu dirubah,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan adanya Peraturan daerah (Perda) Ketenagakerjaan yang dibuat oleh DPRD bisa merubah kualitas dan sklil dari warga lokal. Sebab, dalam Perda itu juga diatur adanya Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kualitas dari tenaga kerja, termasuk juga sekolah berbasis industri.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …