Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Pantau UNBK Paket C di SMKN 1 Bekasi

Dirjen Kemendikbud Haris Iskandar memantau pelaksanaan UNBK Paket C di SMKN 1 Bekasi, Jumat (13/10/2017). (Foto: Ist)

Dirjen Kemendikbud Haris Iskandar memantau pelaksanaan UNBK Paket C di SMKN 1 Bekasi, Jumat (13/10/2017). (Foto: Ist)

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Kemendikbud, Haris Iskandar, memantau langsung pelaksanaan ujian nasional pendidikan kesetaraan berbasis komputer (UNBK) paket C di SMKN 1 Kota Bekasi, Jumat (13/10).

“Kedatangan saya hanya untuk memonitor pelaksanaan UNBK paket C di Kota Bekasi,” kata Harris dalam kesempatan ini kepada wartawan di SMKN 1 Kota Bekasi.

Di Indonesia, kata Haris, masih banyak masyarakat yang putus sekolah. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat mereka putus sekolah, adalah drop out, faktor ekonomi, sosial dan budaya.

Karena itu, pemerintah sendiri berinisiasi memberikan mereka kesempatan untuk kembali mengulang pendidikan dengan menyelenggarakan sekolah Paket A, B dan C.

“Peserta paket pun dipastikan bisa meneruskan jenjang pendidikan di perguruan tinggi/universitas. Mereka yang tidak mampu, bisa langsung bekerja menggunakan ijasah paket,” katanya.

Haris menjamin jika ijasah paket atau sekolah nonformal dapat diakui di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Soalnya, pemerintah sendiri telah menyosialisasikan hal tersebut melalui Kementerian Tenaga Kerja.

“Sekolah nonformal sudah diakui dalam undang-undang pendidikan nasional. Kalau ada perusahaan yang menolak ijasah paket, ya berarti telah melanggar undang-undang,” katanya.

Ia sendiri mengaku bangga dengan adanya sekolah nonformal di Indonesia. Soalnya, program tersebut mendapat sorotan dari negara-negara lain.

“Banyak negara lain seperti Amerika Serikat belajar dari Indonesia tentang sekolah nonformal. Terlebih sekarang sekolah nonformal 100 persen melakukan UNBK. Jadi tidak ada lagi sekolah asal-asalan, berjoki liar, karena sudah masuk kelola pendidikan nasional,” jelasnya.

Ke depan, kata Harris, Kemendikbud kembali mengembangkan program pendidikan lebih bagus.

“Sekarang kita sedang susun pusat kurikulum pendidikan moral dewasa, berbasis modular amanat UUD,  Pendidikan orang dewasa dan pembelajaran tuntas,” pungkas Haris. (Kub/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …