Begini Cara Wali Kota Bekasi Atasi Gizi Buruk

Wali Kota Bekasi (pojok kiri) tengah menjelaskan pengentasan penderita gizi buruk dan memastika nihil penederita gizi buruk di Kota Bekasi dalam bincang ;Ngopi Bareng  Warga' di Jatiasih oleh RRI, Kamis (12/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Wali Kota Bekasi (pojok kiri) tengah menjelaskan pengentasan penderita gizi buruk dan memastika nihil penederita gizi buruk di Kota Bekasi dalam bincang ;Ngopi Bareng Warga' di Jatiasih oleh RRI, Kamis (12/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

GIZI buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki jumlah gizi yang kurang atau dibawah standar. Kasusnya sering dialami anak-anak di Indonesia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dalam acara ‘Ngopi Bareng Warga’ di Aula Kecamatan Jatiasih dimana disiarkan langsung Radio Republik Indonesia (RRI) memastikan jika angka penderita gizi buruk di Kota Bekasi cukup kecil.

Bahkan, ia memastika jika penderita gizi buruk di Kota Bekasi hampir dipastikan nihil alias tidak ada. Sebab, selama ini ia mengaku belum menerima laporan soal adanya penderita gizi buruk di Kota Bekasi.

“Jika memang ada, kemungkinan terjadi karena adanya kealpaan koordinasi dan aspek yang mendasar dari ekonomi,” kata Rahmat Effendi atau biasa disapa Pepen ini.

Ia menjelaskan bahwa untuk mengentaskan penderita gizi buruk, Pemerintah Kota Bekasi terus mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan penataan kawasan lingkungan.

“Disamping itu kami juga memperbanyak relawan-relawan posyandu juga kader Petugas Lapangan KB, itu bagian dari sinergitas bagaimana pemecahan masalah secara komprehensif” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, dari Pemerintah Kota Bekasi, kaa Rahmat, juga membentuk Kartu Bekasi Sehat yang akan memberikan jaminan kesehatan bagi warganya.

“Nantinya, kartu ini tidak hanya unyuk berobat jalan dan rawat inap. Tapi bisa digunakan bagi warga yang akan melakukan persalinan di bidan, biaya persalinan akan ditanggung oleh Pemkot, jadi warga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds