Soal Geng Motor ‘Bekasi All Star’, Ini Penjelasan Polisi

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Kota, Suwolo Seto (tengah) didampingi Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing (kiri) saat gelar perkara tawuran yang menewaskan anggota Geng Motor, Selasa (10/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Kota, Suwolo Seto (tengah) didampingi Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing (kiri) saat gelar perkara tawuran yang menewaskan anggota Geng Motor, Selasa (10/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KERESAHAN masyarakat terhadap geng motor berbuah pelampiasan, satu nyawa anggota geng motor Bekasi All Star melayang, korban adalah pemuda 19 tahun asal Pondok Kelapa bernama Hudia Nezy tewas mengenaskan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, Minggu (8/10/2017).

Kepala Polsek Bekasi Kota Komisaris Suwolo Seto menjelaskan, Bekasi All Star, tidak mempunyai basis, mereka berkumpul secara berpindah-pindah.

“Pindah-pindah mereka, Pondok Kelapa dan lain. Mereka dari luar (Bekasi), dari perbatasan, daerah Pondok Kopi, Pondok Kelapa, Cakung,” jelasnya, Rabu (11/10/2017).

Ia mengaku tidak mengetahui jumlah anggota geng motor tersebut karena tidak terlacak.

“Mereka cuma anak tongkrongan saja. Mereka tidak pernah bikin onar, mereka cuma teman-teman kumpul motor,” jelasnya.

“Kalau ada undangan istilahnya, mereka membawa senjata tajam (saat konvoi), kalau lagi (konvoi) biasa, tidak bawa,” imbug Suwolo.

Undangan adalah perjanjian akan melakukan tawuran di waktu dan tempat tertentu dengan geng motor lain.

Bekasi All Star dan geng motor lain kerap mengatur janji lokasi dan waktu tawuran via medsos.

“Kadang mereka punya semacam intel tersendiri untuk memantau arena tawuran dijaga aparat atau tidak,” ucapnya.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Komisaris Erna menyebutkan, kebanyakan anggota Bekasi All Star bukan berasal dari Bekasi dan mereka berasal dari wilayah perbatasan, cenderung lebih banyak anggota dari Jakarta.

“Jadi mereka bergerombol saat jalan melewati Jalan Baru (Jalan I Gusti Ngurah Rai), mereka dihadang warga sekitar yang resah dengan geng motor. Anggota geng motor lain kabur, cuma satu orang yang merasa kebal justru menantang warga,” katanya. (Dam/gob)



loading...

Feeds