Koalisi PAS Bakal Cerai atau Bertahan di Pilkada 2018?

Ahmad Syaikhu (kiri), Rahmat Effendi (kanan)

Ahmad Syaikhu (kiri), Rahmat Effendi (kanan)

PASANGAN Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu kemungkinan besar bakal ‘bercerai’ di Pilkada Kota Bekasi 2018. Jika dua kepala daerah ini benar berpisah, maka kondisi tersebut dianggap bakal menguntungkan lawan-lawannya.

Di Pilkada Kota Bekasi tahun lalu, Rahmat Effendi atau yang biasa disapa Pepen bergandengan dengan Ahmad Syaikhu (PAS). Sedangkan di pilkada tahun depan, kecil kemungkinan pasangan ini bakal berduet kembali.

Padahal, selama hampir lima tahun menjadi kepala daerah, keduanya selalu terlihat harmonis di mata publik.

“Menurut saya selama ini mereka (Pepen-Syaikhu) tidak ada konflik, adem-adem aja. Jadi kalau mereka berpisah, kemungkinannya kecil,” kata akademisi Unisma Bekasi, Adi Susila.

Jika mereka berpisah, lanjut Adi, kekuatan dari keduanya akan berkurang. Menurut Adi, kondisi itulah yang dimanfaatkan oleh lawan politiknya.

“Yang diuntungkan lawan dari mereka berdua. Kalau berpisah kekurangan amunisi, kekuatan mereka jadi berkurang. Kalau kekuatan berkurang, otomatis lawan-lawan mereka berdua ini jadi berpeluang untuk menang,” tuturnya.

Selain itu, masih Adi, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan jika Pepen dan Syaikhu heat to head. Misalnya, dengan jumlah pasangan yang ada dalam hajat pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Kalau PKS, pasangannnya banyak, partisipasi rendah, peluang untuk menang tinggi. Kita lihat ada pasangan berapa,” ucapnya.

Sebab, berdasarkan pilkada 2012 lalu, angka partisipasi di Kota Bekasi cukup rendah. Ini membuat PKS diuntungkan.

“Karena mereka (PKS) memiliki massa militan. Kalau istilah ekonomi sudah ada target market, sementara partai lain tidak begitu,” ungkap mantan ketua KPU Kabupaten Bekasi ini.

(oke/pj/gob)



loading...

Feeds