Jangan Khawatir, Imunisasi Campak Rubella Dijamin Kehalalannya

(Ilustrasi) Pemberian Campak Rubella (MR) di bilangan Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya oleh ara kader posyandu belum lama ini. Foto: Istimewa/Gobekasi

(Ilustrasi) Pemberian Campak Rubella (MR) di bilangan Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya oleh ara kader posyandu belum lama ini. Foto: Istimewa/Gobekasi

DINAS Kesehatan Kota Bekasi menggencarkan penyisiran terhadap anak yang menjadi sasaran pelaksanaan imunisasi Measles Rubella. Dalam waktu empat hari tersisa, diupayakan 60.251 anak yang masih belum mendapatkan imunisasi bisa ikut berpartisipasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati menyampaikan bahwa Angka itu setara dengan 9,8 persen dari jumlah sasaran yang kami data berkisar 612.401 anak.

Hal ini ia katakan di hadapan peserta diskusi Tantangan Pelaksanaan Imunisasi MR Kota Bekasi, Rabu (11/10/2017).

Dezi mengatakan, sebagian besar anak yang belum memanfaatkan kesempatan program imunisasi gratis ini merupakan anak usia sekolah. Berdasarkan hasil pendataan, ada setidaknya 52 sekolah yang capaiannya masih di bawah 65 persen.

Mengenai hal ini, ia mengatakan bahwa wali murid memang butuh diberikan pemahaman lebih perihal pentingnya memastikan anak ikut program imunisasi ini. Sebab pada kenyataannya, ada juga kalangan masyarakat yang masih merasakan traumatis tersendiri akan imunisasi.

“Kasus vaksin palsu yang menyeruak tahun lalu menjadi kenangan tersendiri bagi warga Kota Bekasi karena ada warganya yang menjadi produsen. Maka dari itu, masih ada ketidakpercayaan akan jaminan vaksin imunisasi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Sub Direktorat Imunisasi Dasar Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan I Made Yosi Purbadi mengatakan, pengadaan vaksin untuk keperluan imunisasi MR disiapkan oleh pemerintah pusat.

Produsen vaksin di India yang memasok kebutuhan vaksin bagi hampir 35 juta anak sasaran imunisasi MR di Pulau Jawa pada fase pertama penyelenggaraan tahun 2017.

“Kami impor dari India karena Bio Farma masih belum bisa menyediakannya. Namun masyarakat tak perlu khawatir tentang keamanannya karena vaksin yang sama sudah digunakan di 140 negara, termasuk negara-negara Islam, sebelum digunakan di dalam negeri pun, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia sudah menyatakan keamanan dan kehalalannya. Bahkan MUI juga kian mempertegas urgensi partisipasi program ini dengan menerbitkan Fatwa nomor 4 tahun 2016 perihal imunisasi,” bebernya panjang lebar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF wilayah Jawa Tb Arie Rukmantara menambahkan, pihaknya menaruh konsen khusus kepada Kota Bekasi yang termasuk wilayah dengan capaian imunisasi belum sesuai target.

“Kami terus mengadvokasi sambil meyakinkan bahwa imunisasi ini merupakan hak anak. Setiap anak berhak untuk sehat dan menjadi lebih baik,” tutupnya. (adv/dyt/gob)



loading...

Feeds