Imunisasi Campak Rubela Belum Capai Target, Ini Penjelasan Dinkes Kota Bekasi

Sosialisasi Imunisasi Campak Rubbela oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

Sosialisasi Imunisasi Campak Rubbela oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

DALAM Kampanye imunisasi Measles-Rubella (MR) yang diselenggarakan serentak di Pulau Jawa periode Agustus-September 2017, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengungkapkan keberhasilan Kota Bekasi berada pada peringkat dua terbawah.

Hal ini lantaran dari 12 kecamatan ada 4 kecamatan yang belum cukup capaian target imunisasi MR.

“Ini akan menjadi fokus utama dalam 4 hari terakhir ini, yaitu kecamatan Bekasi Utara dengan 88,7 persen, Bekasi Barat dengan 88,2 persen, Bekasi Selatan dengan 88,2 persen, serta Bekasi Timur dengan 87,9 persen,” paparnya, Rabu (11/10/2017).

Saat ini kekhawatiran masyarakatlah yang menganggap vaksin MR belum lulus sertifikasi sehingga diragukan halal atau haramnya. Padahal dari kementrian kesehatan maupun BPOM telah melakukan verivikasi bahwa bahan yang digunakan dalam vaksin MR terbukti halal.

“Hampir masyarakat mempertanyakan masalah halal haram. Dan kita sudah menjelaskan seperti apa yang dijelaskan kementrian bahwa sudah dinyatakan oleh bpom bahwa isinya itu halal,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, kini capaian Kota Bekasi baru 90 persen dan belum mampu mencapai target Pusat yaitu 95 persen. Dan tentunya lanjut dia, Ini menjadi PR kita bersama. Sedikitnya, saat ini sebanyak 60.251 anak yang akan difokuskan Dinkes untuk melakukan vaksinasi supaya pencapaian Kota Bekasi bisa meningkat dan mencapai target.

“Pada hari ini kita sdh 90% kita harap bersama bisa capai 95%, kan ini masih ada waktu perpanjangan hingga 15 oktober,” tuntasnya. (adv/dyt/gob)



loading...

Feeds