Deretan Aksi Sadis Geng Motor Boxter di Cibitung

Kapolsek Cikarang Barat Komisaris Hendrik Situmoran memegang celurit yang biasa dipakai geng motor Boxter dalam setiap aksinya, Rabu (11/10/2017). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

Kapolsek Cikarang Barat Komisaris Hendrik Situmoran memegang celurit yang biasa dipakai geng motor Boxter dalam setiap aksinya, Rabu (11/10/2017). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

KIPRAH geng motor Boxter yang berbasis di Tambun Selatan terbilang baru. Geng motor tersebut baru saja terbentuk, tak genap sebulan usianya. Geng tersebut terbentuk dari individu pecahan grup motor yang telah bubar.

Selain geng motor Boxter, mereka juga menamai diri mereka sebagai perkumpulan anak metal. Bersepakat dan merasa satu visi, terbentuklah mereka diikat perjanjian semu di tempat tongkrongan dengan ditemani minuman keras.

Kepala Polsek Cikarang Barat Komisaris Hendrik Situmorang, menjelaskan, geng motor baru tersebut masih dalam upaya mencari ketenaran di antara kelompok lain yang sudah lebih dulu terbentuk. Oleh karena itu mereka membutuhkan sensasi agar nama mereka terdongkrak.

“Jadi mereka istilahnya cari nama lah, karena masih baru. Belum ada ketua atau apa, yang ada Cuma eksekutor di lapangan,” jelasnya, Rabu (11/10/2017).

Dalam satu malam mereka beraksi 2 kali di 2 tempat yang tidak berjauhan. Aksi pertama berlangsung di Pertigaan Selang Bojong, Wanasari, Cibitung, pada Minggu (8/10/2017) pukul 02.00 WIB.

“Di sana mereka membacok Muhammad Sandang yang tengah tertidur di bale. Mungkin kelelahan habis jaga konter. Mereka tidak saling kenal, hanya aksi spontanitas karena cari korban,” ucap Hendrik.

Alhasil, Sandang menderita luka sabetan celurit di jantung dan tangan kirinya patah karena mencoba menangkis celurit. Beruntung nyawanya terselamatkan, ia kini dirawat di RS Polri Kramat Jati.

Aksi kedua, berlangsung di Pertigaan Selang Tengah, Wanasari, Cibitung pada hari dan jam yang tak jauh berbeda. Geng motor Boxter secara membabi buta menyerang orang-orang yang ada di lokasi tersebut, tidak ada yang terluka karena warga sempat kabur.

“Di lokasi itu mereka mengambil satu unit motor Honda Beat nopol B 3057 FUJ milik Supandi,” jelasnya.

Para anggota geng motor Boxster yang tertangkap terancam Pasal 80 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan juga Pasal 170 Ayat 2 KUHP juncto Pasal 351 Ayat 2 juncto Pasal 365 Ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal hingga 9 tahun. (dam/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …