Sebelum Tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Geng Motor Selalu Atur Janji Lewat Telepon

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Kota, Suwolo Seto (tengah) didampingi Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing (kiri) saat gelar perkara tawuran yang menewaskan anggota Geng Motor, Selasa (10/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Kota, Suwolo Seto (tengah) didampingi Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing (kiri) saat gelar perkara tawuran yang menewaskan anggota Geng Motor, Selasa (10/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KEPOLISIAN Sektor Bekasi Kota mendapatkan fakta menarik. Rupanya para geng motor yang menjadikan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, sebagai arena tawuran kerap berkirim pesan melalui aplikasi di telepon selular.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Barat, Komisaris Polisi Suwolo Seto, mengakui jika Jalan I Gusti Ngurah Rai kerap dijadikan arena tawuran para geng motor.

Para geng motor yang menajdikan lokasi tersebut sebagai arena tawuran ternyata selalu mengatur janji untuk membahas tempat dan waktu mereka akan bertempur lewat jaringan komunikasi seluler atau medsos yang mereka miliki.

“Sebelum tawuran, geng motor kerap mengatur janji dan tempat tawuran lewat aplikasi medsos di telepon seluler dengan geng motor lawannya, kadang pula mereka punya semacam intel tersendiri untuk memantau arena tawuran mereka dijaga oleh aparat atau tidak,” kata dia, Selasa (10/9/2017).

Aksi teranyar adalah pada Minggu (8/10/2017) kemarin lusa. Namun tawuran antara geng motor itu tidak terjadi. Malahan, geng motor mendapat serangan dari warga setempat yang geram.

Alhasil, satu anggota geng motor yang mengatasnamakan ‘Bekasi All Star’ atas nama Hudia Nezy (19) tewas dengan lukas bacok padian bagian belakang dan benda tumpul. Tersangkanya adalah BOP alias Bagas (16) dan AS alias Jawir (16) warga Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat.

Kedua tersangka kini sudah mendekam dibalik jeruji besi Markas Kepolisian Sektor Bekasi Kota. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara dari pasal 170 KUHP.

Karena itu, ia menghimbau untuk setiap orangtua harus selalu waspada memantau pergaulan anak.

“Harus dijaga pergaulannya, agar tidak terjerumus ke tindakan pidana yang nantinya merugikan kehidupan mereka,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …