Tawuran Maut Kranji dan Teror Geng Motor di Bekasi

Seorang warga mengambil celurit dari selokan. Celurit tersebut milik salah satu anggota geng motor yang terlibat tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

Seorang warga mengambil celurit dari selokan. Celurit tersebut milik salah satu anggota geng motor yang terlibat tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

JALAN I Gusti Ngurah Rai berdarah pada Minggu (8/10/2017) pukul 03.15 WIB. Suara auman kendaraan bermotor dan eriakan puluhan manusia yang saling bentrok meninggalkan tubuh tak bernyawa.

Satu orang tewas dalam tawuran maut di Kranji tersebut. Kepala Polsek Bekasi Kota Komisaris Seto menjelaskan, korban tersebut diduga berasal dari salah satu geng motor yang terlibat tawuran.

“Sekelompok orang mengendarai 20 sepeda motor dengan berbonceng 2 sampai 3 orang. Masih dalam penyelidikan dan pengembangan,” ujarnya kemarin, Minggu.

Petugas Pokdar menunjukkan tempat penemuan korban tewas pada peristiwa tawuran maut di Kranji, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

Petugas Pokdar menunjukkan tempat penemuan korban tewas pada peristiwa tawuran maut di Kranji, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

Dipicu Saling Ledek?

Menurut Ketua Kelompok Sadar (Pokdar) Subsektor 28 Kotabaru Asmawi, geng motor dalam upaya membalas karena tidak terima diejek.

Lanjut Asmawi, karena bergerombol dan membawa senjata tajam, para anggota geng motor berani menyerang.

“Awalnya kami anggota Pokdar sudah mendengar informasi akan ada tawuran, lalu kita bersama rekan-rekan pokdar ingin mengantisipasi, tawuran pemuda kerap terjadi di Flyover Kranji. Ternyata kecolongan, malah terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai,” ucapnya.

Celurit yang diduga milik korban tewas dari anggota geng motor yang terlibat tawuran, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

Celurit yang diduga milik korban tewas dari anggota geng motor yang terlibat tawuran, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

Geng motor sempat menjarah dan membegal

Saksi mata sekaligu pemilik warung, Ahmad (39), mengaku, warungnya sempat dijarah oleh para anggota geng motor.

“Sebelum tawuran mereka menjarah warung saya mas. Minuman kemasan botol dibawa untuk dilemparkan ke lawannya,” jelasnya.

Ahmad yang melihat jelas tawuran maut tersebut pun mengatakan, anggota geng motor yang dibonceng membawa senjata tajam jenis pedang dan celurit.

Saat bertemu geng motor lain, mereka langsung bentrok. Tak lama polisi datang dan mengeluarkan tembakan peringatan.

“Ada laporan warga Babelan dibegal di depan Alexindo (Harapan Jaya) usai melakukan tawuran,” jelasnya. (dam/gob)

Korban tewas tawuran maut di Kranji dari anggota Geng Motor, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)

Korban tewas tawuran maut di Kranji dari anggota Geng Motor, Minggu (8/10/2017). (Foto: Ist)



loading...

Feeds