7000 TKK di Kota Bekasi Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja

Aparatur Sipil Negara asik mengobrol sebelum apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Menjelang Pilkada 2018 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi ASN dilingkungan Pemkot Bekasi diharapkan bisa netral. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

Aparatur Sipil Negara asik mengobrol sebelum apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Menjelang Pilkada 2018 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi ASN dilingkungan Pemkot Bekasi diharapkan bisa netral. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

SEKITAR 7.000 Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi mendapat jaminan perlindungan kecelakaan kerja lewat program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Pegawai TKK punya risiko sama besarnya dengan pekerja berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bedanya PNS sudah terjamin oleh negara, padahal pengabdian PNS dan TKK kan juga sama-sama abdi negara,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Senin (9/10/2017).

Ia menejelaskan jika para TKK akan dimasukan ke dalam dua program jaminan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

Dua program tersebut akan dipotong langsung sebesar 0,24 persen hingga 0,3 persen dari upah yang akan diterima TKK.

Namun untuk Jaminan Hari Tua (JHT), kata dia, para TKK akan didaftarkan di tahun 2018 mendatang menggunakan subsidi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 5,7 persen.

“Untuk pembiayaan JHT masih kita hitung, namun pastinya di tahun depan,” katanya.

Ia mengakui, pendaftaran TKK pada Ketenagakerjaan memang sedikit terlambat. Seharusnya, kata dia, ketika pegawai resmi mendapat surat keputusan menjadi pegawai kontrak, mereka sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Karena itu, pihaknya tengah membenahi sistem administrasi, sehingga kasus serupa tidak terulang lagi. Di samping itu, proses administrasi perlindungan dari kecelakaan kerja mereka kini tengah berjalan.

Dia menargetkan, tahun 2018 mendatang seluruh TKK sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan tersebut bisa dimanfaatkan ketika mereka memasuki masa pensiun atau tidak produktif di hari tua. (kub/gob)



loading...

Feeds