Harga Tiket Laga Indonesia Vs Thailand Dinilai Mahal, Suporter Kecewa

Selebrasi kemenangan Timnas U-19

Selebrasi kemenangan Timnas U-19

PERTANDINGAN tim nasional Indonesa U-19 besutan pelatih Indra Sjafri akan menjajal kekuatan Thailand, di Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Minggu (8/10/2017) pukul 18. 30.

Namun perwakilan supporter yang ada di Bekasi menilai, harga tiket yang dikeluarkan panitia penyelengara (Panpel) dinilai memberatkan. Mereka menilai harga tiket cukup mahal.

Informasi yang berhasil di himpun, harga tiket yang disediakan berkisar Rp50 ribu untuk tribun utara dan selatan, Rp75 Ribu untuk samping atas tribun timur dan samping atas tribun barat. Rp100 ribu untuk VIP Barat dan Timur. Sedangkan untuk VVIP Rp200 ribu.

Mengenai hal ini, Laskar Bendo Item dan beberapa kelompok suporter di Kabupaten Bekasi menilai Panitia Pelaksana (Panpel) tidak fair terkait harga tiket dan tidak mendiskusikan lagi terkait harga dengan kelompok suporter. Seperti beberapa pertandingan yang sempat dilakukan di Bandung, beberapa tahun lalu.

“Kami juga merasa kecewa terhadap Dispora Kabupaten Bekasi dan UPTD Wibawamukti karena mereka tidak bisa menekan harga malah seolah merestui harga yang cukup tinggi tersebut, apa karena mereka sudah dapat subsidi tiket gratis dari Panpel,” ujar ketua Laskar Bendo Item Soerjana Koesnadi, Jumat (6/10/2017).

Sebenrnya itu hak penyelenggara, namun tidak adanya kordinasi membuat banyak pihak khususnya warga menengah kebawah yang tidak bisa menyaksikan laga timnas secara langsung. Baginya, PSSI harus bisa mengukur nasionalis warga Indonesia. Terlebih, bagi suporter yang memang sudah menanti timnas.

“Ini sudah keterlaluan, belum lagi sulitnya memperoleh tiket. Kita juga gak mau kalau harus beli ke calo, tapi pembelian daring ribet bagi kawan-kawan,” katanya.

Hal senada diungkapkan, Penggiat sepakbola Kabupaten Bekasi Ajuk Junaidi. Kata dia, idealnya panitia pelaksana pertandingan melibatkan panitia lokal dari pihak Kabupaten Bekasi.

“Kita engga tau sama sekali, engga tau juga mereka panitia apakah harus melibatkan panitia lokal atau tidak, tapi kalo menurut saya sih harusnya melibatkan panitia local. Karena ada KONI, Askab dan lingkungan. Buat apa stadion dipake juga kalo warga dan pengurus sepak bola di Bekasi ga dilibatkan,” ugkapnya.

Penggiat sepak bola lainnya, Muhtada Sobirin juga menyayangkan dengan minimnya komunikasi. Sebenarnya kata dia, kalau komunikasi dibangun dengan baik pasti pihak terkait di Kabupaten Bekasi di undang untuk menentukan kebijakan harga tiket dan lainnya.

“Bahkan kita bisa kerjasama dengan pihak PSSI, saya yakin ini om ajuk yang lebih pengalaman jadi panitia pertandingan, waktu persib dan lainnya,” imbuhnya.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds