KRL Bekasi-Cikarang Resmi Beroperasi, Ini Stasiun yang Dilintasi

Menhub Budi Karya menunggu keberadaan KRL di Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Manggarai. Budi juga menyapa warga Kota Bekasi di lokasi dengan mengacungkan ibu jarinya, Sabtu (7/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Menhub Budi Karya menunggu keberadaan KRL di Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Manggarai. Budi juga menyapa warga Kota Bekasi di lokasi dengan mengacungkan ibu jarinya, Sabtu (7/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KERETA Rel Listrik (KRL) Bekasi-Cikarang resmi beroperasi paska diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, didampngi Plt Dirjen Perkeretaapian, Umiyatun Hayat, dan Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei, Sabtu (7/10/2017).

Sedikitnya, ada empat stasiun yang bakal dilintasi KRL Bekasi-Cikarang. Adalah Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Tambun, Stasiun Cibitung, dan Stasiun Cikarang.

Pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang adalah lintas pelayanan baru sepanjang 16,74 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu sekira 21 menit.

Frekuensi perjalanan kereta dijadwalkan sebanyak 32 KA per hari dengan titik keberangkatan KRL pertama dari Stasiun Bekasi adalah pukul 05.05 WIB, sedangkan kedatangan KRL terakhir di Stasiun Cikarang adalah pukul 23.45 WIB.

Untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa KRL selama transisi naik dan turun penumpang, Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Cibitung telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang.

Penunjang itu antara lain, lahan parkir berkapasitas 300 motor dan 100 mobil, peron sepanjang 270 meter yang dapat mengakomodasi satu rangkaian KRL dengan 12 kereta.

Selain itu, ia menyatakan, ada fasilitas kamera pemantau Closed Circuit Television (CCTV) dan pintu tiket secara otomatis (ticketing gate), lift yang diprioritaskan bagi kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Disamping itu juga ada petunjuk informasi kereta bagi penumpang, petunjuk jalur masuk dan keluar stasiun, serta denah posisi di stasiun, serta petunjuk jalur evakuasi, dan posko kesehatan.

Dalam sambutannya, Budi mengatakan pengoperasian Stasiun Bekasi Timur dan pengoperasian KRL Lintas Bekasi-Cikarang akan memudahkan warga Cikarang yang ingin menuju ke Jakarta.

“Selain itu, pengembangan jaringan dan peningkatan pelayanan di lintas Bekasi–Cikarang ini juga memisahkan lintas utama kereta api jarak jauh dan menengah dari lintas angkutan kereta api commuter line Jabodetabek,” ujar Budi.

Dengan begitu, maka frekuensi perjalanan dan kapasitas KRL yang menuju Jakarta dan sebaliknya, dikatakan Budi, bakal bertambah.

“Saya juga mengharapkan bantuan dan peran serta Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk integrasi antar moda di setiap stasiun pada lintas Bekasi-Cikarang,” kata Budi.

Plt Dirjen Perkeretaapian, Umiyatun Hayati, menambahkan, Pembangunan Prasarana perkeretaapian lintas Bekasi-Cikarang merupakan hasil dari kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Jepang melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan elektrifikasi lintas Bekasi-Cikarang.

Kerjasama itu, lanjut Umiyatun, ditandatangi pada tahun 2012 silam, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 triliun. Adapun, ruang lingkup tersebut meliputi enam poin.

Adalah pembangunan drainase dan jembatan, pengganti rel dan bantalan. Pekerjaan elektrifikasi seperti penggantian catenary di Manggarai dan pemasangan baru cartenary lintas Bekasi-Cikarang.

“Pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang sisi selatan, pembangunan empat substation dan gardu listrik aliran atas baru d Buaran, Cakung, Bekasi Timur, dan Cikarang,” jelasnya.

Juga dengan pekerjaan sinyal telkom berupa pergantian sistem persinyalan SSI menjadi KSB (Kyosan). Switch Over sistem persinyalan untuk lintas Cakung-Cikarang telah dilaksanakan pada 7 Juni lalu, dan untuk lintas Manggarai-Jatinegara telah dilaksanakan pada 30 September lalu.

“Keunggulan dari sistem persinyalan ini adalah penggunaan redundant system 2-out-of-2 sehingga akan meningkatkan kehandalah sistem persinyalan di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara. Sistem persinyalan yang baru ini dapat melayani tingginya peningkatan frekuensi perjalanan kereta saat ini,” tandasnya.

Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei yang juga turut hadir mengaku sangat senang menghadiri peresmian proyek yang menggunakan dana kerjasama dengan Jepang.

“Skemanya adalah dana pinjaman. Jepang mendanai perbaikan sinyal perkeretapaian. Ini paling bagus untuk orang indonesia yang tinggal di sini,” katanya dalam sambutan.

Kerja sama itu merupakan tindak lanjut pertemuan dua kepala negara untuk proyek peningkatan kecepatan kereta.

“Saat itu kami bersama Presiden Joko Widodo sepakat untuk meningkatkan layanan kereta lintas utara Jawa,” jelas Kozo.

Dia berharap, kedua negara terus menjalin kerja sama dalam upaya perbaikan infrastruktur dan transportasi Indonesia.

“Ke depan akan ada projek Mass Rapid Ttransit, pelabuhan, peningkatan kecepatan kereta api lintas utara-Jawa. Ke depan bisa tingkatkan kerja sama sehingga Jepang bisa berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia,” pungkasnya.

Ia memastikan jika peresmian pengoperasian KRL Lintas Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur dipastikan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat Kabupaten dan Kota Bekasi, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Stasiun Bekasi Timur yang dibangun sejak Februari 2015 memiliki luas bangunan kurang lebih 870 meter persegi dan memiliki area parkir seluas 16 ribu meter persegi untuk 100 mobil dan 300 motor.

Selain itu, Stasiun Bekasi Timur juga memiliki dua unit lift yang ditujukan untuk penumpang lansia dan penyandang disabilitas. Adapun pengoperasian Stasiun Bekasi Timur secara resmi mulai Minggu (8/10/2017) besok. (kub/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …