Gara-gara Ini, Kadis LH Dilaporkan ke Komnas HAM

Kondisi Kali Bekasi terpantau dari Jalan Hasibuan, Bekasi Selatan, Jumat (17/3/2017). Permukaan air Kali Bekasi dipenuhi busa. (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Kondisi Kali Bekasi terpantau dari Jalan Hasibuan, Bekasi Selatan, Jumat (17/3/2017). Permukaan air Kali Bekasi dipenuhi busa. (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengaku dikonfirmasi oleh Komnas HAM atas laporan dari pegawai di PT Millenium Laundry.

Perusahaan itu diketahui ditutup oleh Pemkot Bekasi karena Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) tidak berfungsi dan diduga menyebabkan air Kali Bekasi berubah warna menjadi biru pada beberapa bulan lalu.

“Yang Millenium Laundry iya (dilaporkan ke Komnas HAM) dari karyawannya. Kami dikonfirmasi oleh Komnas HAM terkait dengan tuntutan mereka (pekerja di PT Millenium Laundry),” kata dia kemarin, Jumat (6/10/2017).

“Kami ceritakan saja kronologisnya kenapa kami segel, persoalan – persoalannya kan dimana mereka IPAL – nya tidak berjalan, buang limbah ketahuan,” sambungnya.

Ia menjelaskan, dalam melakukan peyegelan pihaknya tidak menghentikan produksi. Pihaknya hanya meminta agar perusahaan membangun IPAL yang baik untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

“Kalau mereka bisa membangun sehari bagus ya silahkan buang lagi IPAL-nya. Dengan catatan air limbahnya itu sudah aman,” ujarnya.

Diketahui juga bahwa penutupan IPAL sama halnya dengan penghentian produksi. Karena, jika limbah produksi keluar maka akan menyebabkan pencemaran. “Iya, itu kan tinggal keseriusan mereka, kalau sehari jadi, dua hari jadi ya dibuka lagi,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, delapan perusahaan sudah membuat pernyataan agar tidak melakukan pencemaran dengan membuat IPAL yang benar. Tapi, masih ada perusahaan yang ‘nakal’ dan berujung penyegelan oleh Pemkot Bekasi. “Harusnya kan mereka perbaiki. Karena mereka enggak ada keseriusan ya kita tutup,” tegasnya.

Ia pun mengaku siap dibawa ke ranah hukum oleh perusahaan terkait dengan penyegelan yang dilakukan oleh pihaknya.

“Ya kita hadapi, kan yang kita segel itu pengolahan limbahnya, karena pengolahan limbahnya itu tidak bagus kan, kita khawatir mereka buang itu dalam kondisi limbah yang berbahaya kan, bukan limbah yang sudah diolah. Yang kita khawatirkan mereka buang limbah berbahaya ke kali,” tutupnya.

Diketahui bahwa Pemkot Bekasi telah menutup tiga perusahaan dalam kurun waktu dua bulan kebelakang. Diantaranya ialah PT Millenium Laundry, PT Prima Kemasindo dan PT Prima Baja Utama. (neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Anak Jokowi Berbagi Kisah Cintanya

Anak Jokowi Berbagi Kisah Cintanya

HARI pernikahan anak Presiden RI, Kahiyang Ayu dengan kekasihnya Bobby Nasution semakin dekat. Beberapa waktu lalu, anak kedua Presiden Jokowi …