Renovasi Pasar Proyek Mangkrak

Suasana Pasar Proyek di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur, Jumat (6/10/2017). Foto: Mochamad YYacub Ardiansyah/Gobekasi

Suasana Pasar Proyek di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur, Jumat (6/10/2017). Foto: Mochamad YYacub Ardiansyah/Gobekasi

RENOVASI Pasar Proyek di Jalan Ir. H Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, belum terealisasi alias mangkrak.

Padahal, pada tahun 2016 lalu, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tata Kota yang kini bergabung di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bakal menyulap kasawasan Pasar Proyek seperti Kota Tua.

Bahkan, Distako saat itu, menggelar sayembara fasad pasar proyek dan penataan reklame, yang dianggarkan mencapai Rp 484 Juta.

Alokasi dana itu diperuntukan bagi pemenang sayembara fasad pasar proyek Rp 197 Juta dan Rp 45 Juta untuk pemenang sayembara reklame.
Sementara sisanya sebesar Rp 242 Juta, untuk keperluan honor bagi dewan juri yang berasal dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Menyikapi hal itu, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan, sayembara fasad pasar proyek dan penataan reklame terbilang ambisius dan terkesan main-main.

“Selain terkesan ambisius, Pemkot Bekasi juga terlihat tidak serius seperti yang digembar-gemborkan. Karena sampai saat ini Pasar Proyek Kota Bekasi masih belum tersentuh program ‘ada renovasi’,” kata Jajang, Jumat (6/10/2017).

Dia mengatakan, setiap program yang dilaksanakan pemerintah, idealnya dijalankan dengan perencanaan yang matang. Selain harus bermanfaat bagi masyarakat, juga harus mempertimbangkan efeisiensi anggaran.

“Terbukti program tersebut mangkrak tidak jelas, Seharusnya Pemkot Bekasi sudah bisa memperhitungkan dari awal, mulai dari Rancangan Umum Penganggaran, sampai pelaksanaan. Kalau proses tersebut dijalankan dengan cermat dan benar, tidak akan ada program yang batal ditengah jalan atau mangkrak,” papar dia.

Jajang menilai, program sayembara fasad pasar proyek dan penataan reklame yang menghabiskan ABPD Kota Bekasi tahun 2016 sebesar Rp 484 Juta itu, sebagai salah satu contoh buruknya perencanaan program yang dijalankan Kota Bekasi.

“Dalam kasus program sayembara fasad pasar proyek dan penataan reklame, sebagai salah satu contoh buruknya, perencanaan program yang dijalankan daerah ini,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Rapat Paripurna Penetapan APBD-P Kota Bekasi, Kamis (19/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Sah! APBD-P Kota Bekasi Rp5,7 Triliun

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (19/10/2017). Dalam rapat tersebut DPRD …
Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …