Defisit Anggaran Jadi Alasan Mangkraknya Renovasi Pasar Proyek

Suasana Pasar Proyek di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur, Jumat (6/10/2017). Foto: Mochamad YYacub Ardiansyah/Gobekasi

Suasana Pasar Proyek di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur, Jumat (6/10/2017). Foto: Mochamad YYacub Ardiansyah/Gobekasi

SEKRETARIS Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukamardji memastikan jika wancana renovasi pasar proyek di Jalan Ir.H Juanda, Bekasi Timur. Namun renovasi itu tetap akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bekasi. Hanya saja, tidak untuk tahun ini.

Menurut Rayendra, mangkraknya renovasi fasad pasar proyek lantaran Pemerintah Kota Bekasi mengalami defisit anggaran hingga Rp 122 miliar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pada tahun ini. Soalnya terjadi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanjar Daerah (APBD) 2017.

Ada dua OPD yang anggarannya dipangkas cukup besar untuk menyesuaikan postur keuangan daerah. Keduanya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

Dinas PUPR ada pengurangan anggaran Rp 62 miliar dan Disperkimtan sekitar Rp 38 miliar. Pemangkasan anggaran terjadi untuk proyek pengerjaan tahun ini.

Pemangkasan anggaran ini memberi dampak pada progres pengerjaan proyek yang dilakukan oleh dinas terkait.

Selain PUPR dan Disperkimtan ada beberapa dinas lain yang mendapat pengurangan anggaran, sehingga defisit bisa tertutupi. Karena itu, ada proyek yang dialihkan ke tahun 2018.

Adanya defisit terungkap saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengoreksi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2016. Saat itu, tim BPK mencatat jumlah Silpa 2016 mencapai Rp 500 miliar, bukan Rp 800 miliar seperti yang diajukan oleh tim Kota Bekasi.

Meski dikurangi, ternyata Kota Bekasi memiliki pendapatan Rp 178 miliar laba di tahun 2017 yang belum dimasukan, sehingga nilai defisit tidak jadi Rp 300 miliar, akan tetapi menjadi Rp 122 miliar pada APBD 2017.

Meski begitu, peraihan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi belum maksimal. Salah satunya, pada sektor pendapatan reklame dan sektor parkir.

Kedua sektor itu belum menunjukan pendapatan yang signifikan untuk mendongkrak peraihan pendapatan.

“Untuk tahun ini, di perubahan ini tidak ada karena kan kita defisit, Insya Allah tahun 2018 kita bahas,” katanya, Jumat (6/10/2017).

Dia menampik, jika sayembara tersebut hanya untuk menghamburkan APBD Kota Bekasi di tahun 2016 lalu, yang mencapai lebih kurang setengah Miliyar.

“Membuat sayembara itu kan memakai anggaran, pastinya ada tindak lanjutnya, tidak mungkin hanya buang-buang APBD, tidak akan dan kita akan tindak lanjuti,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds