Imunisasi MR di Kota Bekasi Diperpanjang

(Ilustrasi) Pemberian Campak Rubella (MR) di bilangan Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya oleh ara kader posyandu belum lama ini. Foto: Istimewa/Gobekasi

(Ilustrasi) Pemberian Campak Rubella (MR) di bilangan Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya oleh ara kader posyandu belum lama ini. Foto: Istimewa/Gobekasi

REALISASI imunisasi campak-rubella atau imunisasi MR di Kota Bekasi baru mencapai 90 persen dari target yang dipatok 95 persen dengan menyasar 658.563 anak.

Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, memperpanjang waktu imunisasi campak-rubella pada bulan ini dari rencana target akhir September 2017.

“Kita perpanjang, dan sampai 14 Oktober target akan tercapai. Sekarang kita masih melakukan pendekatan,” katanya, Kamis (5/10/2017).

Tidak tercapainya target imunisasi campak-rubella, kata dia, lantaran kondisi Kota Bekasi kebanyakan dihuni pendatang dan mengakibatkan target partisipan gagal tercapai.

Petugas di lapangan kesulitan mendekati anak-anak target imunisasi karena orang tuanya yang jarang berada di rumah saat siang hari, sehingga sulit mengedukasi langsung mereka untuk mau membawa anak-anaknya mengikuti imunisasi.

“Pemahaman mereka juga agak kurang dalam program imunisasi ini, makanya kita terus menyampaikan ke masyarakat bahwa imunisasi ini penting untuk sang anak,” kata Kusnanto.

Selain itu, banyak juga kalangan masyarakat yang masih mempercayakan penanganan kesehatan sang anak di dokter langganan keluarga.

Apalagi mereka berpandangan sang anak sudah diikutsertakan imunisasi ini, sehingga merasa tidak perlu lagi mengikuti program ini.

Dia menambahkan, bila sang anak tidak diimunisasi pada bulan Agustus-September di dokter langganan, mereka harus mengikuti program ini. Berbeda bila sudah divaksin pada bulan Agustus-September, mereka tidak perlu divaksin.

“Dengan catatan orang tua harus menyertakan bukti bahwa anaknya telah mengikuti program ini,” jelasnya.

Alasan kedua ini pula yang sempat membuat dua sekolah swasta di Kota Bekasi menolak berpartisipasi, meski akhirnya mau setelah diyakinkan melalui serangkaian pertemuan.

“Lima persen anak yang belum diimunisasi kebanyakan dari kalangan pelajar. Pihak sekolah bersedia mengikuti program ini, cuma masih ada saja orang tua yang menolak,” katanya.

Kusnanto menyatakan, anak usia 9 bulan hingga 15 tahun wajib mengikuti program imunisasi ini. Bagi yang sudah pernah divaksin bisa semakin kebal, dengan catatan jarak dengan imunisasi sebelumnya tak boleh kurang dari dua pekan.

“Sayang kalau program ini dilewatkan, harusnya masyarakat senang dan berasa terbantu karena anaknya diberi vaksin supaya kekebalan tubuhnya bagus,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds