Kronologis Lengkap Pembunuhan Jawir di Tambun

Kasi Humas Tambun Iptu Tri (kiri) Kapolsek Tambun Komisaris Bobby (tengah)  dan Kanit Reskrim AKP Hotman (kanan) menunjukkan barang bukti pembunuhan Jawir di Sumberjaya, Tambun Selatan, Rabu (4/10/2017). (Foto: Andi Saddam Husein/GoBekasi)

Kasi Humas Tambun Iptu Tri (kiri) Kapolsek Tambun Komisaris Bobby (tengah) dan Kanit Reskrim AKP Hotman (kanan) menunjukkan barang bukti pembunuhan Jawir di Sumberjaya, Tambun Selatan, Rabu (4/10/2017). (Foto: Andi Saddam Husein/GoBekasi)

PERINGATAN Jejen terhadap Syamsyudin alias Jawir yang telah ia bunuh agar tidak mendekati mantan istrinya, Mia, selama bertahun-tahun ternyata berbuah dendam berbalut kecemburuan), sampai Jejen berkesempatan menikam Jawir, Selasa (10/4/2017).

Tersangka Jejen dihadirkan saat ungkap perkara di Mapolsek Tambun, Rabu (4/10/2017). Dengan kaos tahanan dan berpenutup kepala, Jejen hanya bisa menunduk menyesali perbuatannya.

Kepala Polsek Tambun Komisaris Bobby Kusumawardhana, menjelaskan, kronologis kejadian tersebut dimulai ketika Jejen hendak menjenguk anaknya yang tinggal bersama mantan istrinya, Mai. Saat sampai di lokasi, Jejen memergoki mantan istrinya sedang jalan bersama Jawir, tepatnya pukul 13.40 WIB.

Mai, mantan istri Jejen adalah seorang penyanyi dan Jawir merupakan kibordis yang tergabung di grup Ida Oglek. Jejen, pelaku, sempat berbisnis sistem suara, tetapi mundur hingga akhirnya ia menjadi tukang potong ayam.

Percekcokan pun sempat terjadi sampai akhirnya Jejen mengeluarkan sebilah pisau dapur dari tasnnya dan menikam Jawir. Tikaman pertama mengenai tangan Jawir, korban sempat mencoba melawan dengan tangan kosong sebelum kabur ke rumah nomor 21, milik Uyin.

Mantan istri pelaku berusaha menahan Jejen agar tidak semakin beringas, namun Jejen yang kesetanan tetap berusaha mengejar Jawir dan sempat menyabet beberapa bagian tubuh Jawir dengan benda tajam itu.

Jawir masuk ke rumah warga kemudian mengunci dari dalam, sementara itu pelaku berusaha terus mendobrak pintu, korban pun menyelamatkan diri dengan pergi ke kamar mandi sampai ia akhirnya tewas kehabisan darah di tempat tersebut.

Usai melakukan tindakan kejinya, Jejen kabur dengan motor Vario. Saat sampai di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, polisi mendapatinya hendak kabur. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Saat itu Jejen membonceng saudaranya.

“Pelaku mencoba kabur ke daerah Serang, Jawa Barat. Pelaku sempat akan diamuk massa, tetapi berhasil diselamatkan. Kita tangkap pelaku jam 18.00 WIB,” ucap Bobby.

Polsek Tambun mengamankan sejumlah barang bukti, motor Vario yang digunakan pelaku untuk kabur, pakaian pelaku dan pisau untuk menikam korban.

Jejen terkena Pasal 340 KUHP subsider Pasal 350 Ayat 3 dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun. (dam/gob)



loading...

Feeds