Kemacetan di Kota Bekasi Kian Parah, Penyebabnya Ini…

(Ilustrasi) Sejumlah kendaraan memadati di ruas Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, belum lama ini. Pemberlakuan ContraFlow di jalan tersebut dilakukan guna mengurai kemacetan lantaran adanya penyempitan jalan yang sedang dalam proses pembangunan pedestrian. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

(Ilustrasi) Sejumlah kendaraan memadati di ruas Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, belum lama ini. Pemberlakuan ContraFlow di jalan tersebut dilakukan guna mengurai kemacetan lantaran adanya penyempitan jalan yang sedang dalam proses pembangunan pedestrian. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

PEMKOT Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengakui bahwa kemacetan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan KH Noer Alie merupakan dampak dari pembangunan. Masyarakat Kota Bekasi diharapkan untuk bersabar terkait dengan hal tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, kemacetan karena pembangunan bukan hanya terjadi di Jalan KH Noer Alie dan Jalan Ahmad Yani. Hal serupa juga terjadi di beberapa wilayah seperti pembangunan di Kecamatan Jatiasih.

“Itu kan tidak bisa dihindari. Namanya proses pembangunan pasti akan berdampak. Berdampak terhadap kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Kita juga memang tidak menghendaki seperti itu. Saya hanya berharap, masyarakat bersabar,” tuturnya.

Dirinya juga berharap supaya pembangunan yang sedang berjalan segera diselesaikan oleh pihak terkait.

“Kalau udah selesai kan kembali ke masyarakat dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kita akan atur nanti, dalam artian, jalurnya, rekayasa lalinnya, mana mana aja yang bisa dilewati,” ucapnya.

Terkait dengan kemacetan tersebut, kata dia, personil Dishub Kota Bekasi ditugaskan di beberapa titik untuk mengurainya bersama dengan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota.

Pihaknya juga menutup sejumlah putaran balik (U-Turn) untuk mengurai kemacetan.
Penutupan putaran balik itu mempertimbangkan efektivitasnya. Jangan sampai ada penutupan U-Turn tapi itu tidak efektif untuk mengurai kemacetan.

“Nah itu sedang kita kaji. Dan memang ada beberapa U -Turn yang harus kita tutup. Seperti di depan mitra, sebenarnya pertimbangan kita itu harusnya ditutup. Cuman karena ada pembangunan pedestrian kita masih kasih toleransi. Mungkin setelah pembangunan itu, kita akan tutup,” paparnya.

Contra Flow yang ada di Jalan KH Noer Alie pun terkadang tidak diberlakukan. Hal tersebut disebabkan karena Contra Flow itu hanya diberlakukan sewaktu-waktu dan tidak permanen.

“Di Jalan Ahmad Yani kita berlakukan Contra Flow. Tapi menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Kalau memang dirasa perlu diberlakukan Contra Flow, kita lakukan. Kalau udah landai sepi ya kita tarik lagi,” tuturnya.

(ne/pj/gob)



loading...

Feeds

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: Dok/Jpnn

10 Perwakilan MUI Datangi Kedubes AS

POLDA Metro Jaya bakal memfasilitasi pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertemu perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Itu dilakukan Polda sekaligus …