2 Perusahaan Disegel Pemkot Bekasi, Diduga Kuat Buang Limbah ke Kali Bekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memasang segel di salah satu perusahaan yang diduga membuang limbah ke Kali Bekasi, Rabu (4/10/2017). (Foto: Ist)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memasang segel di salah satu perusahaan yang diduga membuang limbah ke Kali Bekasi, Rabu (4/10/2017). (Foto: Ist)

WALI Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyegel dua pabrik yang diduga terindikasi membuang limbah ke Kali Bekasi. Perusahaan itu adalah PT Prima Kemasindo dan PT Prima Baja Utama .

“Pabrik itu banyak pelanggaran, kita segel sampai mereka dapat memenuhi standar aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Rahmat atau biasa di sapa Pepen ketika melakukan inspekai mendadak (Sidak), Rabu (4/10/2017).

Ia menjelaskan, untuk perusahaan PT Prima Kemasindo yang memproduksi minuman ringan, menggunakan batu bara untuk pembakaran dalam proses produksi.

“Namun, hasil limbah batu bara ini tidak diolah dengan baik dan diduga langsung dibuang ke Kali Bekasi,” jelas dia.

Pelanggaran yang dilakukan PT Prima Kemasindo, kata Rahmat, di antaranya tidak memiliki dokumen, melanggar garis sempadan sungai (gss), tidak memiliki dokumen lingkungan, tidak memiliki izin untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kemudian perusahaan itu juga tidak memiliki surat izin pembuangan limbah cair (SIPLC), izin pengambilan air tanah, dan limbah B3 yang tidak dilokalisir sehingga langsung masuk ke sungai.

Lokasi pabrik tersebut berada di dua wilayah, yaitu Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor. Dengan demikian, bagian produksi PT Prima Kemasindo yang berada di wilayah Kota Bekasi, disegel dan tidak boleh melakukan aktivitas.

“Ini memang pabrik ada di dua wilayah. Masalahnya air ini turun ke Kota Bekasi. Dia harus selesaikan kewajibannya dulu,” kata Rahmat.

Sementara itu, pabrik lainnya yang disegel yaitu PT Prima Baja Utama juga memiliki pelanggaran serupa.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantina, mengatakan jika sebelumnya sudah ada 18 perusahaan yang terindikasi membuang limbah ke Kali Bekasi.

Hanya saja, mereka telah menyepakati secara tertulis agar tidak mengulangi kesalahannya. Kustanti menerangkan jika kebanyakan perusahaan bermasalah pada Insgalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Seperti PT Prima Baja Utama tidak mengoperasikan IPAL-nya, SIPLC ada tapi belum dievaluasi, dan tingkat keasaman dari limbahnya melebihi baku mutu, jadi kita segel,” ujar

“Kedua pabrik tersebut tidak boleh beroperasi sebelum memperbaiki pelanggaran yang telah dilakukan,” sambungnya. (kub/gob)



loading...

Feeds