Ternyata Pendiri Situs Lelang Perawan Tinggal di Kota Bekasi

Pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi (baju putih) ketika didatangi Kepolisian Sektor Jatiasih, di kediamannya di Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jalan Manggis Blok A/91 RT 01/10, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Sabtu (23/9/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

Pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi (baju putih) ketika didatangi Kepolisian Sektor Jatiasih, di kediamannya di Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jalan Manggis Blok A/91 RT 01/10, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Sabtu (23/9/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

PENDIRI situs lelang perawan, nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49), rupanya tinggal di Kota Bekasi.

Aris tinggal di Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jalan Manggis Blok A/91 RT 01/10, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih.

Selain sebagai pendiri situs lelang perawan dan nikah siri. Ia juga membeberkan jika salah satu pihak yang membangun Uberjek.

Hanya saja tidak beroprasi di Kota Bekasi. Kata Aris, bisnis itu hanya ada di tiga wilayah, Karawang, Magelang dan Bengkulu.

Dengan membuka situs nikahsirri.com, Aris menganggap, program nikah siri yang digagasnya itu sangat berbeda dengan pelacuran.

Sistem pelacuran, kata dia, nilai yang diberikan oleh pria ditentukan oleh mucikari dan perempuan yang dipilih dipaksa harus melayani.

“Kalau ini terserah antara kedua belah pihak. Kalau mereka menolak, justru nanti rating (peringkat) mereka di situs akan turun,” ujar Aris.

Menurut dia, pihaknya hanya menjadi fasilitator bagi pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan.

Ada dua kategori bagi pengguna akun ini, yaitu mitra (pihak yang akan dipilih) dan klien (pihak yang akan memilih pasangan).

Kategori mitra tidak selalu melekat pada kaum perempuan, tapi bisa juga laki-laki yang ingin mencari pasangan.

Setiap klien diwajibkan minimal membeli satu koin mahar seharga Rp 100.000 lewat transfer rekening bank milik Aris.

Klien lalu menyerahkan bukti pembayaran lewat sosial media WhatsApp ke nomor ponsel Aris.
Secara otomatis, klien akan memperoleh akun dan kata kunci untuk masuk ke situs tersebut. Koin mahar berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan serta diperjualbelikan.

Dalam programnya itu, ia tidak menampik, bahwa pihaknya mengambil keuntungan dalam bisnis nikah siri.

Menurut dia, pengelola akun berhak memperoleh sekitar 10 sampai 20 persen dari nilai mahar yang diberikan klien kepada mitra (peserta nikah siri), karena telah mendirikan akun itu.

“Kalau klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami akan mengambil 20 persen dari nilai mahar. Sementara sisanya 80 persen diserahkan ke pihak mitra,” ungkapnya.

Aris meyakini, potongan biaya sebesar 20 persen itu tidak akan memberatkan pihak mitra yang berstatus sebagai peserta lelang.

Karena, potongan 20 persen dari tiap mahar para mitra akan digunakan untuk biaya operasional admin.

“Sebetulnya kita belum menetapkan besaran biaya, tapi kira-kira 10 sampai 20 persen,” ujar Aris.

Sejak dideklarasikan pada tanggal 19 September 2017, belum lama ini. Aris mengaku, mendapat tanggapan hingga ratusan orang melalui surat elektronik (e-mail) kepadanya.

Mereka yang mengirim e-mail ada yang ingin menjadi mitra (peserta lelang) dan klien (pemilih lelang).

“Belum saya hitung, tapi kira-kira ada ratusan e-mail yang masuk,” kata Aris.

Ia mengaku, sempat tidak percaya bahwa situs yang baru dibuatnya itu bakal mendapat animo yang baik dari masyarakat.

Awalnya dia hanya ingin membantu masyarakat yang miskin karena tidak memiliki uang untuk mengadakan pernikahan secara sah di mata agama.

“Ponsel saya sering berdering karena banyak yang menanyakan program ini,” tandas Aris.

Situs yang telah dibuat Aris saat ini menjadi sorotan serius dari pemerintah pusat.

Teranyar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Yembise meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika segera menutup laman www.nikahsirri.com.

Menteri asal Papua itu meragukan laman nikahsirri.com yang menyediakan fasilitas lelang keperawanan dan nikah siri secara mudah bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan.

Yohana menduga laman nikahsirri.com hanya kedok. Sebab, Sebab, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan melelang keperawanan kepada pria berduit.

Karena itu, Kepolisian Sektor Jatiasih yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Ili Anas pun sempat mendatangi pria yang mengaku lulusan S1 bidang elektro dari University of Essex.

Ili sendiri mengatakan, kedatangan pihaknya ke sana untuk meminta klarifikasi atas sikapnya membuat situs tersebut.

Sampai saat ini, Aris masih bersatus sebagai saksi, meski nyatanya pemerintah pusat telah mengecam situsnya.

“Hanya diminta klarifikasi saja kok,” tandas Ili. (kub/gob)



loading...

Feeds