Pemprov DKI Akui Belum Realisasikan Ini untuk Kota Bekasi

TPST Bantargebang. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

TPST Bantargebang. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melalui Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ali Maulana Hakim, mengakui masih ada beberapa poin perjanjian antara pihaknya dengan Kota Bekasi yang belum terealisasi pada tahun 2017 ini.

Beberapa diantaranya ialah penutupan sampah dengan geothermal atau cover soil, geomembran dan perbaikan Instalasi Pengelolaan Air Sampah (IPAS). Ali mengatakan, belum dilaksanakannya kegiatan tersebut karena masih dalam proses terkait pengadaan dan proses lelang pada tahun ini.

“Dalam penganggaran, memang harus ada beberapa pengadaan untuk dilakukan proses lelang. Nah proses lelang ini memang butuh waktu. Jadi kita berharap di tahun ini bisa kita realisasikan apa yang sudah kita janjikan ke Pemkot Bekasi,” tuturnya.

Pihaknya menargetkan pembangunan tersebut akan selesai pada akhir tahun 2017. Artinya, waktu yang tersisa hanya sekitar tiga bulan sampai dengan bulan Desember.

“Akhir tahun harus sudah terealiaasi yang geo membran, cover soil, masjid, sudah mulai pembangunan. Sedikit – sedikit kita penuhi keinginan masyarakat,”tambahnya.

Terkait dengan IPAS, kata dia, memang pada saat pihaknya take over hampir tiga – tiganya tidak berfungsi. Saat ini IPAS 3 sudah berfungsi hanya tinggal ditingkatkan.

“Nah untuk IPAS 1 dan 2 ini memang kita lakukan lelang dan perbaiki semua. Pada saat kita take over semuanya tidak laik. Seharusnya air licit sampah lari ke IPAS. Pengadaannya memang anggaran seperti itu. Lokasi IPAS itu bangunannya sudah tidak laik jadi harus kita bangun ulang. Tentu pihak ketiga, masih proses, untuk lelang harus ada tahapannya,” katanya.

Walaupun sudah hampir akhir tahun anggaran 2017, sampai dengan saat ini masih dilakukan lelang. Beberapa pengerjaan seperti pembangunan drainase sudah dilakukan pihaknya. Menurutnya, yang belum selesai ialah pembangunan IPAS yang diketahui akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp4 Miliar untuk dua IPAS. Pihaknya menargetkan pembangunan IPAS berjalan selama 2,5 bulan.

“Untuk sampai akhir tahun, kita targetkan 2,5 bulan terakhir masih ada waktu untuk pengerjaan,” ucapnya.

Sementara, untuk cover soil dan geomembran dianggarkan sebesar Rp15 miliar. Selanjutnya, pembelian tanah merah sekitar Rp13 miliar dari APBD murni Pemprov DKI Jakarta.

“Kendala kita kan IPAS, itu butuh gambar konstruksi dan lainnya. Sekarang sudah proses lelang,” katanya. (neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Anak Jokowi Berbagi Kisah Cintanya

Anak Jokowi Berbagi Kisah Cintanya

HARI pernikahan anak Presiden RI, Kahiyang Ayu dengan kekasihnya Bobby Nasution semakin dekat. Beberapa waktu lalu, anak kedua Presiden Jokowi …