Pancaroba, Waspadalah dengan Penyakit Pneumonia

Ilustrasi suhu udara

Ilustrasi suhu udara

Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyarankan agar masyarakat Kota Bekasi lebih berhati-hati memasuki musim pancaroba.

Para orangtua juga diharapkan dapat menjaga tumbuh kembang kesehatan anak dari ancaman peyakit pneumonia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, menyampaikan jika sejak sebulan terakhir, suhu di Kota Bekasi mencapai 34 derajat celcius.

Artinya, saat ini Kota Bekasi sudah memasuki musim cuaca pancaroba. Musim ini sangat rentan dengan serangan penyakit, terutama pneumonia.

Penyakit pneumonia lebih sering menyerang anak-anak karena kekebalan tubuhnya masih lemah. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak bisa terkena penyakit mematikan ini.

“Penyakit ini menular melalui udara dari lingkungan dan pola hidup yang kurang sehat seperti merokok,” kata Kusnanto, Sabtu (23/9/2017).

Dia menjelaskan, gejala awal penyakit ini adalah batuk, pilek, demam, inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mual, muntah, dan diare.

Bila masyarakat mengalami gejala tersebut, kata Kusnanto, sebaiknya memeriksakan diri ke layanan kesehatan yang disediakan pemerintah maupun rumah sakit swasta.

“Untuk berobat di puskesmas, masyarakat tidak perlu membayar. Layanan kesehatan di sana sudah digratiskan,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dari tahun 2016 sampai sekarang, jenis penyakit Pnemoenia sudah menyerang 5.033 orang.

Petugas Dinas Kesehatan melalui puskesmas di tingkat kelurahan dan kecamatan, terus ke lapangan guna mendeteksi penyakit tersebut di kalangan masyarakat.

“Warga banyak yang tidak tahu penyakit ini, sehingga dianggap penyakit biasa. Namun perlu ditindak serius karena berdampak pada kematian,” katanya.

Menurut Kusnanto, kondisi tersebut akan terus berlangsung sampai cuaca ekstrem berakhir, atau memasuki musim hujan.

Sayangnya, dia mengaku, tak tahu pasti sampai kapan cuaca panas luar biasa berakhir. Sebab, cuaca saat ini tak dapat diprediksi.

“September biasanya sudah hujan, buktinya sekarang tidak,” tuturnya.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu risau dengan penyakit ini, karena bisa disembuhkan.

Namun, ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti anak-anak dan lanjut usia.

Bagi anak-anak bisa diantisipasi dengan cara vaksinasi. Sementara, orang lansia bisa menjaga pola hidup seimbang dengan beristirahat, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.

“Jangan merokok juga, dan jaga kebersihan lingkungan rumah untuk meminimalisir penyebaran penyakit ini,” tandas Kusnanto. (kub/gob)



loading...

Feeds

Anak Jokowi Berbagi Kisah Cintanya

Anak Jokowi Berbagi Kisah Cintanya

HARI pernikahan anak Presiden RI, Kahiyang Ayu dengan kekasihnya Bobby Nasution semakin dekat. Beberapa waktu lalu, anak kedua Presiden Jokowi …