Ada Perbedaan, LKPJ Bupati Bekasi Palsu?

Ilustrasi LKPJ

Ilustrasi LKPJ

ADANYA perbedaan antara Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin yang dilaporkan setiap tahun dengan LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) selama lima tahun mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bekasi.

Bahkan, Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi akan memanggil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi untuk mengklarifikasi adanya perbedaan LKPJ tersebut.

“Kami sudah buat surat panggilan, dan yang hadir harus Kepala Bappeda nya, tidak boleh diwakili,” tegas Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudhi Darmansyah, belum lama ini.

Menurut dia, adanya dugaan perbedaan LKPJ dengan LKPJ-AMJ itu bisa diduga sebagai laporan palsu. Berarti salah satunya ada yang tidak benar dan singkron. Oleh sebab itu, pihaknya bakal membahas di Komisi I bersama Bappeda.

“Kami bakal tanyakan kenapa ini bisa berbeda, sekaligus minta penjelasan kepada Bapeda Kabupaten Bekasi sebagai leading sector,” ucapnya.

Padahal kata Yudhi, untuk penyusunan buku LKPJ-AMJ Bupati Bekasi 2012-2017 oleh Bappeda, dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi sebesar Rp930 juta dengan realisasi Rp585 juta. Sehingga, dalam hal ini Bappeda seharusnya bisa memberikan informasi seutuhnya.

“Kami akan bahas, karena ini untuk kepentingan masyarakat yang menyangkut pembangunan di Kabupaten Bekasi,” tandas Yudhi.

Sementara itu, Kepala Bidang Fisik Bappeda Kabupaten Bekasi, E. Y Taufik saat dikonfirmasi terkait adanyaa perbebedaan antara LKPJ-AMJ Bupati Bekasi. Yang bersangkutan tidak bisa menjelaskannya.

“Maaf bang, soal itu saya tidak bisa menjelaskan,” jawabnya singkat saat ditemui, baru-baru ini. (and/pj/gob)



loading...

Feeds