Tenggat Mutasi Atlet Voli Hingga BK Porda

PENGURUS Daerah (Pengda) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Barat menegaskan, tidak ada lagi mutasi atlet usai dilaksanakannya Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII.

Ketua Umum PBVSI Jawa Barat, Iswara menyatakan, tidak mempersoalkan adanya mutasi atlet namun sebelum pelaksanan BK. Sejuah ini, beberapa persoalan kerap terjadi ketika pengcab masih melakukan atau mengurusi mutasi atlet setelah selesai BK.

“Yang pertama kita sudah membahas tentang keabsahkan atlet, jadi PBVSI Jawa Barat sudah mambahas itu di Bandung. Harapan setelah BK tidak ada lagi permasalahn status atlet atau mutasi atlet lagi,” ujarnya saat dijumpai di acara pembukaan BK PBVSI, di GOR Tambun, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Rabu (20/9/2017).

Artinya, kata dia, setelah selesai BK, persoalan mutasi atlet sudah selesai. Diharapkan, agar setiap cabor bisa mematuhi apa yang sudah diputuskan, karena ini berkaitan dengan kelancaran porda 2018 nanti.

Lebih lanjut, Iswara menyebut, bahwa PBVSI merupakan cabang olahraga yang pertama melaksanakan BK dibandingkan dengan Cabor lain yang akan dipertandingkan di Porda Kabupaten Bogor.

“Terkait mutasi atlet, semua cabor sudah selesai setelah BK ini. Dari 46 Cabang, bola voli pertama dibandingkan lainnya,”terangnya.

Ia menambahkan, sudah tidak akan ada perubahan, baik atlet juga regulasi, sudah dibahas secara matang. Dengan dilaksanakannya BK berarti proses dan tahapan menuju Porda sudah selesai.

“Artinya untuk semuanya sudah dibahas, regulasi kita menginduk ke klub nasional lainnya. Kita sudah lebih teratur,” ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan BK yang saat ini dilaksanakan, Iswara optimis empat Kabupaten yang ditunjuk bisa melaksanakannya dengan maksimal. Dari empat kabupaten yakni Bandung, Bekasi, Cirebon, Cianjur sudah mempersiapkannya.

“Dua minggu lalu sudah di Bandung, lalu sekarang di Kabupaten Bekasi dan selanjutnya Cirebon dan terakhir Cianjur,” katanya.

Ia juga sempat menyinggung antusias penonton di Bekasi tidak seramai di Kabupaten Bandung yang sudah merampungkan BK.

“Alangkah lebih baik melaksanakan BK di pusat perkotaan. Sehingga olahraga ini semakin hidup,” tandasnya.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds