Petugas Stasiun Bekasi Timur Sempat Kewalahan Hadapi Calon Penumpang

Area loket Stasiun Bekasi Timur, Kamisi (21/09/2017). FOTO: Muhammad Yakub

Area loket Stasiun Bekasi Timur, Kamisi (21/09/2017). FOTO: Muhammad Yakub

STASIUN Bekasi Timur nampaknya sudah siap digunakan. Hal ini terlihat dari infrastruktur bangunan yang kokoh. Sejumlah pegawaipun mulai menempati stasiun yang rencana dioperasikan pada Oktober 2017 mendatang.

Sebenarnya, Stasiun Bekasi Timur sudah dapat digunakan seperti yang direncanakan sebelumnya pada tanggal 17 September. Namun, karena kendala keselamatan di beberapa stasiun secara otomatis penggunannya pun di undur.

Dari pantauan Gobekasi dilokasi, secara fisik bangunan, Stasiun Bekasi Timur lebih menjanjikan kenyamannya ketimbang Stasiun Besar Bekasi yang berada di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Utara.

Diproyeksikan, Stasiun Bekasi Timur bisa menampung calon penumpang lebih banyak ketimbang di Stasiun Besar Bekasi. Struktur bangunannya lebih luas.

Kelebihannya lagi, di Stasiun Bekasi Timur disediakan bagi kaum disabilitas yang ingin memanfaatkan operasional kereta api lintas Bekasi-Cikarang.

Bagi kaum disabilitas, di stasiun ini sudah tersedia. Mereka mempunyai jalur khusus jika sudah memesan tiket kereta api. Kaum disabilitas akan diarahkan menggunakan lift.

Upaya ini memang bagus untuk aspek keselamatan. Soalnya, pemesanan tiket di Stasiun Besar Bekasi dan Bekasi Timur berbeda. Di stasiun ini calon penumpang bisa memesannya pada lantai dua.

Sebagai informasi, PT KAI mengeluarkan investasi Rp 800 miliar untuk dana pembangunan jalur kereta dan perbaikan stasiun. Selain dari PT KAI dan  dana itu juga sokongan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dana tersebut untuk membangun rel dan stasiun baru dari Bekasi sampai Cikarang. Hingga berita ini diturukan, belum ada tanggal kepastian tetap stasiun ini dapat dioperasikan.

Salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya, mengaku jika pada tanggal 17 September, belum lama ini. Stasiun Bekasi Timur sudah ramai didatangi calon penumpang.

Rupanya, kata dia, dengan kehadiran stasiun baru ini masyarakat terlihat antusias. Malahan, ia mengaku kewalahan untuk memberikan informasi tentang tertundanya operasional stasiun.

“Iya pada datang, saya sampai bingung, membludak. Namun akhirnya berhasil diberikan pemahaman oleh pihak security,” katanya, Kamis (21/9/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Ketika ditanyakan lebih lanjut perihal operasional, pria ini tidak bis menjelaskan lebih jauh. “Kita belum bisa menyampaikan apa-apa. Silahkan ke pusat mas, kita belum bisa memberikan informasinya,” tutup dia. (kub/gob)

 



loading...

Feeds